Konstelasi politik Pilgub Jatim 2019 yang diikuti dua kandidat kader NU terbaik, dinilai sebagai bukti gagalnya proses kaderisasi partai politik. Siapapun yang terpilih sebagai gubernur Jatim berikutnya, diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dan membawa maslahat untuk pembangunan yang lebih baik

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lihat berita lainnya Pertarungan Ketat Dua Kader Hebat

Rois Aam PBNU, Dua Kandidat Harus Berpolitik Jujur