Surabaya, jurnal9.tv -Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP, Jumat (25/10) mengundang pakar dan akademisi untuk memberikan pandangan dan saran atas hasil penyusunan rekomendasi hasil Indeks Aktualisasi Pancasila (IAP) Provinsi Jawa Timur Tahun.2024. Mereka adalah Prof. H. M. Mas’ud Said, Direktur Pasca Sarjana UNISMA dan Ketua PW ISNU Jawa Timur, Dr. Suko Widodo, staf pengajar Unair dan Dr. Andriyanto Kepala BRIDA Jatim. Kegiatan diselenggarakan di Kantor Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, Jl. Putat Indah No. 1 Surabaya, dibuka Plt Kepala Bakesbangpol Jatim Nurul Ansori. Tampak hadir juga Direktur Pengukuran Pelembagaan Pancasila, Mukhammad Fahrurozi dan Kepala Brinda Jatim Dr Andriyanto.
Dalam kesempatan itu, Prof. Mas’ud Sa’id menegaskan Jawa Timur perlu menulis kembali, menambahkan segmentasi dan menguatkan data-data pelaksanaan Pancasila di Bumi Mojopahit. “Menurut hemat saya, Jawa Timur cukup baik dalam pelaksanaan sila-sila Pancasila dalam masyarakat, tetapi para ahlinya belum seluruhnya utuh mencatatnya,” catatnya.
Bagi jebolan Fleenders Unibersity Australia ini, Jawa Timur adalah provinsi besar dengan sejarah panjang serta memiliki entitas sosial unik seperti kultur Madura, kultur Arek, kultur Mataraman merupakan intitas yang sangat luar biasa. Belum lagi entitas tapal kuda, mulai Pasuruan timur, Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo timur hingga daerah pesisir utara Jawa dari Tuban sampai Gresik. “Dari situlah sebenarnya bisa dikatakan, entitas indonesia ada di provinsi ini,” tegasnya.
Mas’ud mengingakan Jawa Timur adalah daerah yang kuat secara sosial, ekonomi dan politik. “Agar kekuatan itu bisa utuh dirumuskan, maka diperlukan forum-forum diskusi pedalaman atau pemasyarakatan nilai Pancasila, festival kearifan lokal, dan kolaborasi lintas sektoral”, jelasnya. (*)