NU-PESANTREN

LPBI NU dan LKNU Ajak Masyarakat Awas karena Covid Masih Ada

F131E4B3-104A-4466-A3D6-C24D654C42F3

SIDOARJO, JURNAL9.tv – Angka persebaran Covid-19 kembali meninggi. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI) dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) merasa perlu turun untuk membantu pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat. Terutama tentang pentingnya hidup sehat di masa pandemi Covid-19.

LPBINU dan LKNU bekerjasama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mengajak semua masyarakat untuk selalu disiplin dan tidak lelah menerapkan protokol kesehatan. Apalagi grafik penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Sidoarjo terus meningkat. Meskipun angka kesembuhan juga meningkat.

Penyuluhan antisipasi penyebaran Covid-19 ini dilakukan di pendapa Balai Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo, Selasa siang (8/9/2020). Acara ini dihadiri puluhan ibu-ibu PKK desa setempat.

Program proyeksi itu dilakukan agar masyarakat di tingkat paling bawah tetap melakukan aktivitas seperti biasanya tapi tetap harus menggunakan protokol kesehatan. Wajib menggunakan alat pelindung diri, mengenakan masker, menyediakan hand sanitizer, penyediakan sabun cuci tangan dan terutama jaga jarak.

Program Penguatan Ketangguhan Masyarakat (PPKM) dan adaptasi tatanan baru akan berjalan hingga Maret 2021 mendatang. “Program ini didalamnya akan membentuk kelompok kerja, menyusun pengembangan data, melakukan survei dan kampanye publik pencegahan Covid-19 mulai tingkat RT hingga kabupaten,” jelas Nur Muchammad Sholichuddin Ketua PC LPBINU Kabupaten Sidoarjo.

“Kita harus waspada bahwa Covid-19 ini masih ada. Grafik angkanya naik, meski angka kesembuhannya ujar,” ujar dr Iqbal Faizin Ketua PC LKNU Sidoarjo.

LPBI NU dan LKNU akan selalu bersinergi dalam kepedulian pencegahan penyebaran covid 19 di wilayah Sidoarjo. Dua lembaga tersebut akan mendistribusikan sejumlah alat pelindung diri dan sembako kepada warga prasejahtera di wilayah Kabupaten Sidoarjo.(hid)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top