peristiwa

Dugaan Malaadministrasi di RSUD Nganjuk, Bayi Perempuan Berubah Jadi Laki-laki

2BA9EDC7-9693-45FB-8A6D-32371F4A67D2
DUKA- Fery Sujarwo di samping jenazah anaknya

NGANJUK, JURNAL9.tv – Fery Sujarwo tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Warga Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk ini kehilangan anaknya yang baru dilahirkan sang istri Arum Rosalia.

Hal yang lebih menyesakkan, ada dugaan malaadministrasi di RSUD Nganjuk, tempat bayi itu dilahirkan. Jenazah bayi yang diterima Fery adalah bayi laki-laki. Padahal sebelumnya, dalam surat keterangan lahir dari RSUD, bayi yang dilahirkan istri Fery berjenis kelamin perempuan.

Hal inilah yang menjadi polemik dan membuat pihak keluarga merasa kecewa. Fery berniat membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia  mempercayakan kasus ini kepada kuasa Hukum Prayogo Laksono SH.

Saat dikonfirmasi Prayogo Laksono membenarkan bahwa pihaknya ikut menangani kasus yang menimpa Fery Sujarwo dan Arum Rosalia.

“Saya menganalisis sementara bahwa ada dugaan maladministrasi yang dilakukan pihak RSUD Nganjuk”, kata Prayogo, Selasa (1/9).

Menurutnya, dari keterangan saksi dan bukti yang sudah dimiliki, di antaranya surat keterang kelahiran Nomor 0061/RM-SKL/08/2020, menerangkan bahwa bayi terlahir berjenis kelamin perempuan.
Surat tersebut ditandatangani oleh Tia Restina Wardani tertanggal 18 Agustus 2020.

Dengan dasar surat tersebut maka pihak keluarga mendaftarkan ke catatan sipil untuk mendapatkan akta kelahiran sekaligus memasukkan ke Kartu Keluarga.

“Saya akan melayangkan surat somasi ke RSUD Nganjuk, sambil menunggu hasil tes DNA”, tegas Prayogo.

Sementara itu, Kepala Desa Sonobekel, Kecamatan Tanjunganom Sentot Rudy Prasetyo membenarkan adanya kasus yang menimpa warganya tersebut. Ia sudah mendapat kabar bahwa anaknya Fery “tertukar” dan menjadi berjenis kelamin laki-laki.

“Saya ke RSUD Nganjuk untuk klarifikasi kenapa bisa terjadi kesalahan dalam penulisan”, kata Sentot.

Inilah yang menjadi pertanyaan dan kekecewaan orang tua, apalagi anaknya dalam kondisi meninggal tanggal 29 Agustus 2020.
“Saya hanya menyayangkan sistem manajemen RSUD Nganjuk dengan kejadian seperti ini”, tandas Sentot.

Sementara itu Bupati Novi Rahman Hidayat saat di temui usai memghadiri rapat paripurna DPRD mengatakan bahwa itu urusan RSUD Nganjuk. “Saya sudah dilapori. Kita juga tunjuk bagian Hukum untuk melakukan advokasi terhadap permasalahan ini. (bgs/ren/shk)

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top