NU-PESANTREN

Savic Ali: NU Online Targetkan 20 Juta Pembaca Online

musik religi

musik religiJakarta, Memasuki usia ke-17 website resmi PBNU, NU Online menargetkan pembaca online 20 persen dari jumlah warga NU di Indonesia atau sekitar 20 juta dari total seratusan populasi sebagaimana dilansir oleh berbagai lembaga survey. Hal itu disampaikan Savic Ali, Direktur NU Online saat live on air di program Musik Religi TV9 Nusantara yang angkat tema: Sweet Seventeen NU Online, Selasa sore ini. Savic menjadi bintang tamu di salah sati daily program andalan TV9 nusantara yang tayang live setiap hari mulai 16.30 sd 17.30 WIB.

Lebih lanjut, Savic menarget NU Online jadi rujukan utama website Islam tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. “Kami sedang menyiapkan aplikasi yang memungkinkan artikel NU Online bisa dinikmati via bahasa inggris,arab dan juga Prancis mengingat banyak negara Islam di Afrika bekas jajahan negeri itu,” tuturnya.

NU online didirikan pada 11 Juli 2003 oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang kala itu dipimpin KH Hasyim Muzadi sebagai website resmi, ikhtiar NU berkiprah di dunia informasi internet. Awalnya NU Online diakses secara terbatas oleh pengurus NU yang sudah terakses inyernet. Namun mulai 2009/2010, pembaca baru nu online mulai tumbuh seiring dengan kian banyaknya #wargaNU mengakses smarphone, efek mulai banyak beredarnya smartphone harga murah produk china di pasaran. “Bosa dikatakan NU Online diuntungkan booming smartphone China macam nexian,” sambung Savic yang di awal-awal mengembangkan NU Online bersama Mun’im DZ dkk.

Mulai 2016/2017 NU Online sudah nangkring di urutan pertama website keislaman di Indonesia, seiring pembenahan tampilan, script dan konten yang lebih google familiar. “Konten diubah lebih melayani muslim baru yang butuh artikel tuntunan agama yang kalau di warga NU itu sidah selesai di level ibtidaiyyah atau Tsanawiyah,” tuturnya.

Menghadapi era baru milenial, Savic menegaskan tak ada platform yang bisa menjangkau semua segmen, male-female, rural-urban, sosial class, dan seterusnya. Tapi NU Online tetap berupaya bisa dinikmati kalangan milenial baru dan klas muslim baru sebagaimana masyarakat kota.(AHJ/TV9).

loading...
Comments
To Top