Malang, jurnal9.tv -Warga NU se-Jawa Timur melalui Lembaga Zakit Infaq Shodaqoh NU (LAZISNU) Jawa Timur membantu donasi senilai Rp3.879.409.566 untuk warga penyintas bencana di Aceh dan Sumatera.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Donasi tahap pertama itu diserahkan Ketua LAZISNU Jatim, H A Afif Amrullah, kepada Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, di sela-sela “kick off” Satu Abad NU (1926-2026) di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu.

Dalam penyerahan donasi untuk disalurkan ke warga Aceh-Sumatera itu, Ketua Lazisnu Jatim didampingi Ketua PCNU Jombang, PCNU Lamongan, dan PCNU Malang sebagai PCNU penghimpun donasi warga NU terbanyak di Jatim.

“Hasil kesepakatan dan koordinasi dengan PC LAZISNU se-Jatim, fokus penyaluran donasi itu lebih pada recovery (pemulihan), agar para penyintas memiliki tempat tinggal dan sarana ibadah yang layak,” katanya.

Untuk itu, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan LAZISNU Aceh untuk membangun masjid, mushala, atau pesantren, yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti instalasi air bersih, dapur umum, serta hunian bagi warga, sehingga jadi kompleks terpadu.

“Kami akan berangkat langsung ke Aceh untuk menyerahkan donasi warga NU Jatim itu. Ini merupakan langkah awal, karena target kami adalah Rp10 miliar, inSya-Allah,” ungkapnya.

Hingga kini, LAZISNU di tingkat wilayah (PWNU) se-Indonesia masih memosisikan Jawa Timur terbanyak dalam perolehan bantuan untuk Aceh-Sumatera. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang memercayakan donasi kepada LAZISNU PWNU dan PCNU,” katanya.

Dalam sambutan tuan rumah pada “kick off” Satu Abad NU (1926-2026) di Auditorium Unisma itu, Rektor Unisma Prof Drs H Junaidi MPd PhD melaporkan kesiapan universitas NU yang dipimpinnya dalam menyediakan 100 beasiswa pendidikan gratis kepada generasi muda NU untuk studi di Unisma.

“Sebagai universitas NU yang sudah meraih predikat unggul dan terbaik diantara PTNU di Jatim, kami siap mendukung apapun program NU. Ditunjuk jadi tuan rumah kick off Satu Abad NU pun, kami siap saja, bahkan beasiswa untuk anak-anak muda NU pun sudah kami siapkan 100 untuk 2026,” katanya.

Setelah penekanan tombol “Kick Off” Satu Abad NU yang dilakukan Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz, Wagub Jatim Emil E Dardak, dan Kepala Daerah se-Malang Raya, acara “kick off” juga ditandai dengan Sarasehan Pesantren dan kebangsaan.

Dalam Sarasehan Pesantren dan Kebangsaan itu, para narasumber dari Kemenag RI, UINSA, Tebuireng, dan perwakilan pesantren dari Pasuruan menegaskan bahwa keunggulan pesantren yang perlu dilestarikan adalah “transfer” nilai (religi/akhlak dan nasionalisme), sedangkan pendidikan umum hanya transfer ilmu. (*/pwnujatim)