Jakarta, jurnal9.tv -Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, meminta seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk meluruskan niat melayani sejak Pendidikan dan Pelatihan. Ia menegaskan bahwa kehadiran petugas di Tanah Suci semata-mata untuk melayani jemaah, bukan sekadar menunaikan ibadah pribadi atau “nebeng haji”.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pesan tersebut disampaikan Dahnil dalam kegiatan pembinaan dan penguatan kapasitas PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/01/2026). Kegiatan ini sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Menurutnya, tugas sebagai petugas haji merupakan amanah besar yang menuntut integritas, keikhlasan, dan tanggung jawab penuh.

“Petugas haji harus hadir untuk melayani. Jangan membawa ego pribadi, apalagi menjadikan penugasan ini sebagai kesempatan mencari kenyamanan sendiri atau ‘nebeng haji,” tegas Dahnil saat memberikan materi dihadapan ribuan petugas PPIH.

Ia menilai, kualitas pelayanan haji sangat ditentukan oleh sikap mental petugas di lapangan. Tantangan yang dihadapi jemaah, mulai dari kelelahan fisik, perbedaan budaya, hingga kondisi cuaca ekstrem, menuntut petugas untuk selalu sigap, sabar, dan empatik.

“Maka dari itu selama 20 hari ke depan kalian dari berbagai unsur akan digembleng semi militer dengna instruktur dari TNI-Polri. Ini semata-mata untuk menyamakan persepsi para petugas haji 2026,” terangnya.

Dahnil juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan antarpersonel PPIH. Menurutnya, konflik internal dan sikap individualistis dapat berdampak langsung pada menurunnya kualitas layanan kepada jemaah.

“Keberhasilan penyelenggaraan haji bukan tentang siapa yang paling menonjol, tetapi tentang bagaimana jemaah merasa aman, nyaman, dan terbantu dalam beribadah,” ujarnya.

Selain itu, Wamenhaj menekankan agar seluruh petugas mematuhi aturan, bekerja secara profesional, serta menjunjung tinggi etika pelayanan. Ia berharap PPIH 2026 mampu menjadi teladan dalam memberikan pelayanan haji yang humanis dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah.

“Petugas PPIH itu akan membawa nama baik indonesia. Kalian ini juga sebagai diplomat kami dibidang penyelenggaraan haji agar dunia tahu penyelenggaraan haji Indonesia lebih baik” tambahnya.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan komitmen bersama, Dahnil optimistis penyelenggaraan ibadah haji ke depan dapat berjalan lebih tertib, berkualitas, dan memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk bagi jemaah Indonesia. (M. Hariri)