Malang, jurnal9.tv -Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan konsistensi dan komitmen Nahdlatul Ulama (NU) selama Satu Abad (1926-2026) tak diragukan lagi dalam membangun kesejahteraan masyarakat dalam pendidikan, kesehatan, keagamaan, ekonomi, dan kemasyarakatan.”Waktu 100 tahun itu panjang bagi sebuah organisasi dan NU tetap bisa eksis dengan khidmat yang tak perlu diragukan lagi di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan, ekonomi, dan kemasyarakatan,” kata Emil saat menghadiri Kick Off Satu Abad NU di Auditorium Universitas Islam Malang (Unisma) di Kota Malang, Rabu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wagub Emil menyebut bahwa NU bukan sebatas mitra strategis pemerintah, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, tetapi NU yang lahir di Jatim itu menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan bangsa Indonesia.

“NU itu bagian dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena terbukti dengan Resolusi Jihad yang menjaga kedaulatan bangsa ini. Selain itu, NU juga menjadi Rumah Besar dari bangsa ini, karena NU menjaga keberagaman melalui semangat toleransi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengapresiasi langkah seluruh Nahdliyin yang menggalang dana bantuan sebesar Rp3,87 miliar bagi korban bencana alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Apa yang dilakukan NU itu sangat inspiratif bagi bangsa ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz mengajak seluruh warga NU menjadikan momentum Satu Abad NU sebagai rumah besar umat Islam yang inklusif. NU harus terus hadir bagi semua lapisan, kaya-miskin, pusat-pinggiran, tanpa kehilangan tradisi keilmuan dan khidmat sosial.

“Qonun Asasi yg dirumuskan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari adalah tugas pengurus/struktural adalah tugas ke dalam yakni mendampingi umat (pelayanan), sedagn tugas ke luar yakni mengajak umat dalam persatuan, rukun, dan guyub, termasuk bermitra dengan jajaran pemerintahan,” katanya.

Pengasuh Pesantren Tebuireng itu menyatakan para muassis/pendiri NU mungkin tidak pernah membayangkan NU akan berusia satu abad dan pengurus yang sekarang tinggal meneruskan dan mengembangkan.

Dalam Qonun Asasi itu, muassis/pendiri NU KHM Hasyim Asy’ari mengajak semua lapisan masyarakat untuk berbondong-bondong masuk ke NU dengan cinta, kasih sayang, persatuan, dan menghadirkan hati untuk umat.

“Dengan tugas struktural NU untuk melayani umat, KHM Hasyim Asy’ari mendoakan siapapun yang mengurus NU akan diajak masuk surga, karena itu siapapun yang mengurus NU itu harus guyub/rukun/silaturahmi dan melayani umat, jangan seperti penculikan presiden di negara lain, karena tambang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Harlah (Hari Lahir) Satu Abad NU Prof Masykuri Bakri melaporkan 13 kegiatan Harlah Satu Abad NU yang diawali dengan “Kick Off” di Unisma pada 7 Januari dan diakhiri dengan Mujahadah Kubro di Stadion Gajahyana Malang pada 7-8 Februari 2026.

“Kick off dirangkai dengan Sarasehan tentang Pesantren dan Kebangsaan dengan narasumber dari Kemenag RI, UINSA, Tebuireng, dan perwakilan pesantren dari Pasuruan. Intinya, para narasumber mengakui keunggulan pesantren adalah ‘transfer’ nilai (religi/akhlak dan nasionalisme), sedangkan pendidikan umum atau teknologi seperti AI itu hanya transfer ilmu,” katanya.

Rangkaian kegiatan lainnya, Ziarah Muassis se-Jatim (24-25/1), Historical Trips (pengenalan sejarah NU, 30/1), GenziNU FestivaL (lomba kitab/pidato dan kompetisi AI, 26-30/1, final 6/2), pameran seni rupa nasional di DKS (30/1/Lesbumi), Cek Kesehatan gratis se-Jatim (31/1/LKNU), Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya (31/1), parenting (1/2/LKKNU), Pameran UMKM (5-7/2), Talkshow (5-7/2), Ngaji Gus Iqdam (5/2), Konser Amal (6/2), dan Mujahadah (7-8/2).(*pwnujatim)