Jember, jurnal9.tv -Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi berbasis pesantren, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Nurul Qarnain menyelenggarakan acara Pembinaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang bertujuan mendorong daya saing, inovasi, dan pengembangan perguruan di lingkungan pesantren dengan dihadiri oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Arskal Salim GP dan H. Alip Nuryanto, Prof Babun serta 4 Sekolah Tinggi se-Tapal Kuda yang turut mengikuti acara. Sabtu (26/04/2025).
Arahan datang dari Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Arskal Salim GP., M.Ag. Ia menegaskan pentingnya membangun fasilitas penunjang, seperti perpustakaan, di area pesantren, hal ini karena ketabjupannya akan pembangunan yang ada di Pondok Pesantren Nurul Qarnain yang begitu pesat sejak terakhir berkunjung di tahun 2019.
“Saya takjup dengan Nurul Qarnain yang membuktikan perkembangan pesantren begitu pesat, barusan juga saya liat pembangunan gedung besar perpustakaan pesantren. Kita tahu bahwa perpustakaan adalah jantung pengetahuan. Semoga pengembangan ini diberi kelancaran sehingga bisa menggenerasikan kualitas keilmuan di pesantren,” kata Prof. Arskal.
Lebih lanjut, Prof. Arskal menekankan bahwa silaturahim dalam acara ini bukan sekadar ajaran agama, tetapi bagian dari strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi Islam. Ia mencontohkan bagaimana pesantren di Jawa Timur kini tidak lagi stagnan, melainkan turut berkembang menjadi Institut hingga Universitas dan melahirkan banyak sarjana santri lulusan pesantren.
“Santri dulu mungkin hanya bermodal ijazah seadanya. Tetapi berkat keberkahan dan penguasaan ilmu dan barokah kiai mereka diterima dan diakui. Kini, peluang lebih besar dibuka untuk mereka. Tugas kita adalah memanfaatkan peluang ini sebaik-baiknya,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Arskal juga mengingatkan bahwa membangun bangsa melalui pendidikan berbasis pesantren adalah sebuah misi besar. Mengutip pernyataan Gus Dur jurnal Brisma, ia menyatakan bahwa pesantren adalah bagian dari subkultur bangsa yang memiliki potensi luar biasa dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.
Sejalan dengan itu, H. Alip Sekjen bidang Publikasi dan Humas juga mengingatkan agar perguruan tinggi juga aktif dalam pemberitaan lewat media sosial.
“Setiap perguruan tinggi saat aktivitas sekecil apapun harus diberitakan, publikasi menjadi penting, sekalipun kegiatannya kecil tapi publikasi dan beritanya bagus maka akan bagus juga, sebaliknya meskipun kegiatanya bagus tapi tidak terpublis maka kurang optimal,” tegasnya.
Acara pembinaan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi Islam, guna mencetak lulusan yang siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.(WMS)