Lamongan, jurnal9.tv -Luapan Sungai Bengawan Jero telah melumpuhkan aktivitas warga di Dusun Dukun, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan. Hingga Kamis (15/1/2026), puluhan rumah warga dan akses jalan desa masih terendam air dengan ketinggian yang cukup signifikan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tercatat sekitar 84 Kepala Keluarga (KK) di wilayah tersebut terdampak. Meski tidak semua air masuk ke dalam rumah, namun seluruh akses jalan kampung terendam banjir dengan ketinggian antara 30 hingga 60 sentimeter. Kondisi ini diperparah dengan permukaan jalan yang licin akibat lumut setelah dua bulan terendam, sehingga nyaris tidak bisa dilalui kendaraan roda dua.

Merespons kondisi memprihatinkan tersebut, relawan dari LSM Cakrawala turun tangan. Berkolaborasi dengan Satpolairud Polres Lamongan dan Koramil setempat, mereka menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban warga yang terisolasi.

“Kami bersama tim, didampingi Polairud dan Koramil, memberikan bantuan berupa paket makanan siap saji dan obat-obatan. Ini bentuk kepedulian kami karena selama dua bulan terakhir warga di sini kesulitan beraktivitas akibat banjir yang tak kunjung surut,” ujar ketua LSM Cakrawala, Hilal Ahmad.

Hilal merinci, bantuan yang disalurkan meliputi 700 paket nasi kotak siap konsumsi. Selain pangan, pihaknya juga membagikan 1.000 paket obat-obatan, termasuk obat antinyamuk dan suplemen kesehatan untuk menjaga daya tahan tubuh warga di tengah kondisi lingkungan yang lembap.

Sementara itu Kepala Dusun Dukun, Suparjo, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang menyasar warganya. Menurutnya, akses transportasi yang terputus menjadi kendala utama warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada relawan LSM Cakrawala dan petugas yang sudah memperhatikan kondisi kami. Bantuan ini sangat dibutuhkan, karena warga saya kesulitan keluar rumah. Semua jalan terendam air cukup dalam,” ungkap Suparjo.

Banjir akibat luapan anak sungai Bengawan Solo ini memang kerap menjadi persoalan tahunan di wilayah Kalitengah. Warga berharap adanya solusi permanen dari pemerintah agar debit air Sungai Bengawan Jero dapat segera surut dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali normal.