Sidoarjo, jurnal9.tvBaitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Kabupaten Sidoarjo mentargetkan pengelolahan aset senilai Rp. 25 Miliar di tahun 2026.

‎Ungkapan tersebut dinyatakan Ketua BMTNU Sidoarjo, saat menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-III yang dipusatkan di Aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, Sabtu (14/02/2026).

‎H. Isa Hasannudin Ketua BMTNU Sidoarjo,dalam kesempatan tersebut mengatakn, RAT ini merupakan rutinitas yang dilaksanakan setiap tahun. Kali ini tutup buku tahun 2025 dengan perolehan aset yang dikelola BMTNU Sidoarjo mengalami kenaikan menjadi sebesar Rp.15 Miliar dibanding tahun kemarin yang angkanya sekitar Rp.10 Miliar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

‎“Alhamdulillah, di tahun yang ketiga ini kita berhasil membukukan seluruh total aset yang dikelola sebesar Rp15 miliar lebih. BMTNU Sidoarjo hingga saat ini sudah memiliki lima kantor layanan dan 13 agen. Target di tahun 2026 harapan kita bisa mencapai Rp.25 miliar,” ungkapnya.

‎Lebih lanjut, dirinya menegaskan, BMTNU Sidoarjo pada tahun 2026 didorong untuk membuka sebanyak 500 agen agar cakupan layanannya lebih luas dan mencakup ke seluruh wilayah di Kabupaten Sidoarjo, minimal 1 desa terdapat 1 agen BMTNU. Dirinya juga berharap, BMTNU Sidoarjo bisa membuka kantor layanan baru di 14 MWCNU lainnya.

‎“Dalam RAT pagi ini kami juga menyerahkan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada 4 MWCNU yang telah membuka kantor layanan BMTNU Sidoarjo. Selain itu, kami juga menyerahkan zakat BMTNU ke LAZISNU PCNU Sidoarjo. Tak kalah penting, BMTNU Sidoarjo akan melakukan optimalisasi penggunaan aplikasi MyBNS Mobile untuk seluruh anggota,” tutupnya.

‎Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo M Edi Kurniadi mengapresiasi atas capaian BMTNU Sidoarjo. Menurutnya, belum ada koperasi yang perkembangannya secepat ini dalam 3 tahun sudah mengelola Rp. 15 miliar. Namun, yang perlu diketahui ada tantangan yang sedang dihadapi saat ini yaitu membrantas jasa keuangan yang dinilai merugikan dan meresahkan masyarakat.

‎”Tantangan tentunya yang dihadapi koperasi adalah bagaimana mengikir habis praktik-praktik retenir atau bank titil,pinjol dan judi online ini yang menjadikan kurang positif.”ujarnya.

‎Diketahui, kegiatan RAT ini dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo, Rais dan Ketua PCNU Sidoarjo, Ketua MWCNU se-Sidoarjo, serta tamu undangan lainnya.(RK)