Jombang, jurnal9.tv -Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfidz menegaskan bahwa kegiatan utama NU adalah khidmat kepada masyarakat dan khidmat utama NU kepada masyarakat adalah pendidikan dan kesehatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sejak 1926, NU memang didirikan untuk khidmat atau melayani masyarakat dan khidmah pertama adalah pendidikan, kemudian kesehatan, yang juga berkembang,” katanya dalam sambutan pada Kick Off Layanan Kesehatan Gratis ‘Satu Abad NU’ di RSNU Jombang, Sabtu.

“Kick off” yang ditandai dengan pemukulan rebana 9 kali oleh Ketua PWNU Jatim itu diikuti 100 titik layanan kesehatan di 45 PCNU se-Jatim serta dihadiri Ketua Arsinu dan LK PBNU Dr dr KH M Zulfikar As’ad, Direktur RSNU Jombang Dr dr Ade Armada Sutedja, dan Prof Maskuri Bakri (Ketua Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim).

Menurut Ketua PWNU Jatim yang akrab disapa Gus Kikin itu, PWNU Jatim sendiri memperingati Hari Lahir (Harlah) “Satu Abad NU: (1926-2026) dengan 13 program, yang salah satunya dengan layanan kesehatan gratis pada 100 titik RS/klinik NU di 45 PCNU.

“Secara daring, saya lihat masyarakat di Tulungagung, Sidoarjo, Surabaya, dan Malang sudah banyak yang antre. Inilah salah satu kewajiban NU yakni khidmat kepada masyarakat. Alhamdulillah, layanan kesehatan kita mulai meningkat, terakhir saya meresmikan RSNU di Pasuruan. Alhamdulillah, semuanya operasional dengan fasilitas yang juga berkembang,” katanya.

Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu menambahkan NU akan terus berbenah dakam banyak bidang. “Semangat NU itu melayani dan membangun persatuan, karena itu kita harus kompak dalam kebersamaan. Kita bersyukur pada puncaknya dengan Mujahadah Kubro (8/2) akan dihadiri 100.000-an jamaah. InSya-Allah, Presiden juga hadir,“ katanya.

Sementara itu, Direktur RSNU Jombang Dr dr Ade Armada Sutedja menyatakan sepakat dengan PWNU Jatim bahwa dakwah tidak hanya lewat mimbar, karena program khidmat NU di bidang kesehatan juga bisa menjadi sarana dakwah bahwa Islam rahmatan lil alami, karena bidang kesehatan itu wajah NU yang langsung untuk masyarakat.

“Bidang kesehatan menunjukkan NU itu bekerja dalam senyap tapi manfaatnya dirasakan masyarakat. Kami berkomitmen melayani masyarakat dengan humanis, profesional, melayani dengan doa-doa ala Aswaja, melayani sepenuh hati seperti keluarga sendiri. Jadi, bidang kesehatan adalah bagian dari perjuangan NU dalam kebangsaan,” katanya.

Sebelumnya (27/1), Wakil Sekretaris PWNU Jatim yang juga Ketua Lembaga Kesehatan NU (LKNU) Jatim dr Hardadi Airlangga menjelaskan sebagian LKNU di Jatim ada yang mengadakan pelayanan kesehatan gratis secara serentak itu lebih dari satu kali.

“Misalnya, LKNU Blitar melaksanakan layanan kesehatan gratis sebanyak tiga kali pada 24 dan 31 Januari, serta 2 Februari. Selain itu, LKNU Malang dan Gresik yang juga lebih dari satu kali, bahkan ada LKNU yang tidak memiliki rumah sakit, sehingga bekerja sama dengan pemkab setempat, yakni Pacitan dan Magetan,” katanya.

Selain itu, LKNU se-Jatim juga akan menyiapkan layanan kesehatan gratis secara bergantian pada acara puncak Harlah Satu Abad NU yakni Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang pada 7-8 Februari 2026, bahkan Tim Kesehatan dari PD Muhammadiyah Kota Malang juga turun membantu.

Rangkaian Harlah Satu Abad NU yang diadakan PWNU Jatim antara lain Sarasehan Pesantren (7/1), Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran (29/1), pameran lukisan nasional di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dengan tema ‘Mangsa Kalasubo’ (30/1), parenting dan pesantren sehat (LKKNU Jatim, 27 Januari – 15 Februari).

Puncak Harlah Satu Abad NU diadakan PWNU Jatim di Blitar dan Malang yakni Pameran NUConomic dan GenZINU Bootcam (Blitar) pada 5-7 Februari 2026 dan Mujahadah Kubro (di Stadion Gajayana, Malang) pada 7-8 Februari 2026. Untuk Mujahadah Kubro hingga hari ini (31/1) tercatat hamper 100.000 peserta yang siap hadira. (*/pwnujatim)