Surabaya, jurnal9.tv -PW LP Ma’arif NU Jawa Timur menyelenggarakan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus LSP (lembaga sertifikasi Profesi) dan BKK (Bursa kerja khusus) PW LP Ma’arif NU Jawa Timur pada Sabtu, 10 Januari 2025, bertempat di Aula KH. M. Hasyim Asy’ari PWNU Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran LSP dan BKK sebagai pilar utama penguatan pendidikan vokasi dan penyerapan lulusan SMK Ma’arif NU di Jawa Timur.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus inti PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, pengurus LSP (lembaga sertifikasi) PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, BKK(Bursa kerja Khusus) PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, serta perwakilan MKKS SMK Ma’arif NU dan SMK Pondok Pesantren se-Jawa Timur. Pelantikan tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi komitmen bersama dalam meningkatkan mutu lulusan SMK yang siap bersaing di dunia kerja.
Ketua LSP PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Faris Muslihul Amin, M.Kom, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menumbuhkan kembali semangat pengabdian dan komitmen para pengurus dalam menjalankan amanah lembaga. Ia menyampaikan bahwa sepanjang periode sebelumnya, LSP telah melaksanakan sejumlah program strategis, di antaranya Recognition Current Competency (RCC), pelatihan penambahan asesor kompetensi baru, serta pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di 13 SMK dengan total 1.464 asesi. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan layanan sertifikasi kompetensi ke depan.

Sementara itu, Ketua BKK PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Dr. Achmad Teguh Wibowo, S.Kom., M.T., MTCNA., MTCNE, menegaskan peran BKK sebagai jembatan strategis antara alumni SMK Ma’arif NU dengan dunia kerja. Ia menyoroti inisiatif Golden Ticket Interview sebagai bentuk konkret fasilitasi akses kerja bagi lulusan terbaik. Dr. Teguh juga menyampaikan harapannya agar sinergi BKK dengan LSP semakin kuat, sehingga alumni yang telah tersertifikasi dapat disalurkan ke dunia kerja secara tepat, relevan, dan berkelanjutan.
Ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A., Ph.D, menekankan bahwa pelantikan ini menjadi penegasan kehadiran PW LP Ma’arif NU dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya SMK di bawah naungannya. Ia mengingatkan pentingnya menjaga budaya mutu di lingkungan MKKS serta memperkuat integrasi pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Menurutnya, kepercayaan terhadap ijazah semata tidak lagi cukup, tetapi harus diperkuat dengan kompetensi nyata yang dibuktikan melalui sertifikat. Prof. Masdar juga menyoroti dinamika global, termasuk kualitas produk industri luar negeri yang semakin kompetitif, sehingga menuntut sekolah untuk mampu menjawab kebutuhan industri. Dalam konteks ini, keberadaan 55 skema sertifikasi LSP dan peran BKK dalam penempatan kerja menjadi jawaban strategis. Ia menegaskan, LSP memastikan alumni siap dan diakui, sementara BKK memastikan alumni tersalurkan dan bekerja.
Pandangan strategis juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Bidang Kelembagaan dan Kerja Sama PWNU Jawa Timur, Gus Haikal Atiq Zamzami. Ia menyebut LSP dan BKK sebagai elemen penting yang mendapat perhatian serius PW LP Ma’arif NU agar generasi muda dapat memasuki dunia kerja secara kompeten dan sesuai keahliannya. Gus Haikal menegaskan pentingnya pendekatan riset dan pengembangan (R&D) serta pengelolaan data terintegrasi dalam merespons tantangan masa depan. Ia mengingatkan bahwa menjelang 2030, banyak keterampilan akan terdampak otomatisasi, robotik, dan kecerdasan buatan, sehingga lembaga pendidikan harus mampu mengadopsi dan mengadaptasi teknologi dengan tetap menguatkan soft skills. Menurutnya, kolaborasi BKK dan LSP berpotensi membangun workforce development workflow yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, PW LP Ma’arif NU Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem vokasi yang terintegrasi. Sinergi LSP dan BKK diharapkan mampu melahirkan lulusan SMK Ma’arif NU yang kompeten, adaptif, dan terserap dunia kerja, sekaligus menjawab tantangan perubahan industri secara berkelanjutan.




