Lumajang, jurnal9.tv -PW IPNU Jawa Timur melalui jajaran Departemen Korp Brigade Pembangunan (CBP) Jawa Timur menginisiasi aksi penggalangan donasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pelajar yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Donasi tersebut disalurkan kepada siswa-siswi MTs Miftahul Ulum, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Komandan DKW CBP Jawa Timur, Rekan Komandan Rifa’i, menjelaskan bahwa penggalangan donasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi para pelajar yang terdampak langsung bencana erupsi Semeru, khususnya siswa-siswi MTs Miftahul Ulum yang kehilangan tempat tinggal serta mengalami keterbatasan sarana penunjang pendidikan.
“Donasi ini merupakan wujud kepedulian kami sebagai jajaran PW IPNU Jatim kepada rekan-rekanita yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Secara khusus, terdapat 22 siswa-siswi MTs Miftahul Ulum yang terdampak dan membutuhkan perhatian serta bantuan,” ujar Rekan Rifa’i.
Ia menambahkan, sebagai organisasi pelajar, IPNU memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan bergerak cepat membantu pemulihan kondisi pelajar pascabencana, terutama dalam aspek pendidikan. Oleh karena itu, jajaran PW IPNU Jatim menginisiasi gerakan cepat penggalangan donasi untuk meringankan beban korban terdampak.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, *PW IPNU Jatim berhasil menghimpun donasi sebesar Rp7.770.000.* Dana tersebut berasal dari partisipasi jajaran Pimpinan Cabang IPNU se-Jawa Timur serta dukungan dari para donatur lainnya.
“Donasi yang terkumpul berasal dari solidaritas kader IPNU di berbagai daerah serta para donatur yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan pelajar terdampak bencana,” jelasnya.
Terkait sistematika penyaluran, Rekan Rifa’i menyampaikan bahwa bantuan disalurkan dalam bentuk peralatan sekolah dan uang santunan. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada siswa-siswi MTs Miftahul Ulum pada Selasa, 20 Januari 2026, agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing penerima.
“Bantuan ini kami salurkan langsung kepada siswa-siswi MTs Miftahul Ulum. Tujuannya agar bantuan benar-benar dirasakan manfaatnya untuk menunjang kebutuhan belajar mereka,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh donasi yang terkumpul diperuntukkan sepenuhnya bagi pelajar terdampak, sebagai upaya menumbuhkan kembali semangat belajar sekaligus membantu pemulihan sarana dan prasarana pendidikan pascaerupsi.
“Harapannya, bantuan ini dapat bermanfaat untuk pemulihan sarana belajar serta menjadi motivasi bagi siswa-siswi agar tetap semangat menuntut ilmu. Selain itu, semoga gerakan ini juga menginspirasi kader IPNU-IPPNU untuk terus berkhidmah dan peduli terhadap sesama,” pungkas Rekan Rifa’i.




