Publik Diminta Terus Bersuara sebagai Media Alternatif, Jadi Kekuatan Rakyat Ketika Pemerintah kian Represif

Jakarta, jurnal9.tv -Sastrawan dan sosiolog Okky Madasari menegaskan bahwa media alternatif kini menjadi sumber kekuatan rakyat dalam melawan kebijakan-kebijakan negara yang merugikan.

Hal itu ia sampaikan dalam Sarasehan Anak Muda tentang pada hari pertama Temu Nasional (Tunas) Jaringan GUSDURian di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (29/8).

Okky mengungkapkan, kekhawatirannya melihat absennya media arus utama dalam meliput kerusuhan aksi yang menelan korban seorang pengemudi ojek online (ojol).

“Saya jujur takut awalnya membagikan video saat peristiwa itu, karena di mana-mana sudah trending, tapi kok media mainstream tidak ada yang meliput,” ujarnya.

Menurutnya, mempercepat publikasi tidak berarti melupakan kualitas. Publikasi tetap membutuhkan proses kurasi agar pesan yang disampaikan tidak kehilangan bobotnya.

“Kita butuh semakin banyak ruang, tetapi tetap harus ada kurasi supaya kualitas terjaga,” tambahnya.

Okky menilai, ketika ruang publik semakin dibatasi, keberadaan media alternatif semakin dibutuhkan. Warga, katanya, juga perlu dibekali kemampuan menulis yang baik—yakni tulisan yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyinggung sulitnya penetrasi kritik sosial di platform tertentu, seperti TikTok.

“Di X dan Instagram isu ini cepat sekali trending, tapi ketika masuk ke TikTok, benar-benar susah,” tuturnya, merujuk pada tragedi ojol yang terlindas mobil patroli polisi.

Selain soal media, Okky menyoroti budaya feodal yang masih mengakar. Ia mencontohkan acara yang molor hanya karena menunggu pejabat datang terlambat.

“Gara-gara menterinya telat dua jam, acaranya ikut molor. Jangan lagi kita mentoleransi budaya seperti ini,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya gerakan budaya baru untuk melawan kebobrokan lama.

Sarasehan itu ditutup Okky dengan pembacaan puisi tentang Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dalam tragedi tersebut.

“Ia, Affan Kurniawan, mati terlindas oleh kendaraan polisi yang dibeli dengan uang rakyat,” tandasnya.