Malang, jurnal9.tv -Presiden RI Prabowo Subianto bakal hadir di dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat membenarkan informasi itu. “Insyalah hadir,” ucap Wahyu yang baru saja pulang dari acara Rekornas Kepala Daerah se-Indonesia bersama Presiden di Jakarta, Senin, 2 Februari kemarin.

Kabar ini pun langsung disambut antusias panitia. PCNU Kota Malang dan Pemkot Malang sebagai shahibul bait dan shahibul wilayah menyatakan kesiapan penuh menyambut rencana kehadiran Presiden RI itu.

“Pemkot dan Setkab terus koordinasi intensif sejak jauh-jahh hari, termasuk menyiapkan sejumlah skema alternatif guna mengantisipasi dinamika di lapangan,” ujar Wahyu yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Kota Malang ini, Selasa (3/2/2026).

Ketua PCNU Kota Malang Dr KH Israqunnajah juga menyampaikan kesiapannya. PCNU Kota Malang sebagai shahibul bait telah siap menyambut puluhan ribu jamaah mujahadah kubro dan kedatangan presiden. Koordinasi dengan pemkot Malang telah dilakukan.

“Alhamdulillah support pemda Malang Raya, khususnya Pemkot Malang, sangat luar biasa. Juga “kakak” kami PD Muhammadiyah dan gereja sekitar stadion. Mereka sangat mendukung suksesnya gawe NU ini,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya.

Bagaimana persiapan teknis kehadiran presiden? Wali Kota Wahyu Hidayat menjelaskan, pemkot telah koordinasi dengan setkab.

“Memang kami siapkan H-1 atau H-2, dengan persiapan-persiapan Presiden. Kita menggunakan Plan A dan Plan B. Kalau ada catatan, kita koordinasikan lagi ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan, pengamanan kedatangan Presiden Prabowo nantinya akan menjadi tanggung jawab keseluruhan dan berperan aktif dalam pengondisian wilayah.

“Kalau kedatangan Presiden, tanggung jawab terkait keamanan dan lain-lain dikoordinir oleh TNI/Polri. Tapi Pemkot sudah koordinasi semua,” ungkapnya.

Pemkot Malang juga telah menyiapkan alur kedatangan presiden, termasuk pengamanan di titik-titik yang akan dilalui serta pengaturan jemaah, khususnya di kawasan sekitar Stadion Gajayana.

Wahyu menuturkan, kapasitas Stadion Gajayana yang hanya mampu menampung maksimal 25.000 jemaah menjadi perhatian khusus. Sebab, jumlah jemaah diperkirakan jauh melebihi kapasitas stadion dan akan meluber ke jalan-jalan sekitar lokasi.

“Titik perhatiannya bukan hanya di dalam stadion. Jemaah paling banyak berada di luar stadion, di jalan-jalan sekitar. Kalau Presiden lewat, sudah kita siapkan pengondisiannya, jemaah akan diarahkan ke mana,” paparnya.

Sebagai solusi, Pemkot Malang bersama PCNU Kota Malang menyiapkan videotron di berbagai titik agar jemaah di luar stadion tetap dapat mengikuti rangkaian Mujahadah Kubro dengan nyaman dan tertib.

“Jumlah videotron kita koordinasi dengan PCNU Kota Malang. Intinya, setiap titik jemaah akan kita siapkan videotron,” imbuhnya.

Rangkaian acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU sendiri dijadwalkan berlangsung sejak pukul 02.00 hingga 09.00 WIB. Waktu pelaksanaan yang relatif pagi ini dipilih untuk menjaga kenyamanan jemaah.

“Kalau terlalu siang kasihan jemaahnya. Jadi semua alur, termasuk penggeseran jemaah bila Presiden datang, sudah kita siapkan,” tandasnya.

Sementara, ketua Panlok Satu Abad NU PCNU Kota Malang, Gus Edy Hayatullah, mengatakan, panlok telah menyiapkan 100 posko layanan untuk menyambut tamu nahdliyin. Posko selain diisi oleh jajaran PCNU Kota Malang, juga ada bantuan dari Muhammadiyah dan gereja.

“Banyak gereja yang menyediakan tempat dan posko kesehatan untuk mendukung mujahadah ini. Saudara tua Muhammadiyah juga all out membantu. Juga TNI dan Polri, serta relawan dari berbagai unsur. Ini bentuk kolaborasi yang indah di Kota Malang,” ucap Gus Edy. (*)