Lamongan, jurnal9.tv -Menyambut momentum Nisfu Sya’ban sekaligus memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU), Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU Dadapan menggelar perjalanan spiritual. Para kader perempuan muda ini melakukan ziarah ke makam para Wali dan pendiri (Muassis) NU untuk memperkokoh militansi organisasi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Fatayat NU Dadapan. Ziarah ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bentuk refleksi diri di malam yang dipercayai sebagai waktu perpindahan buku amal tahunan.

Rombongan memulai ziarah dengan pembacaan tahlil dan istighosah yang ditujukan kepada tokoh-tokoh besar pendiri NU. Beberapa titik utama yang dikunjungi meliputi makam KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Chasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Tak hanya itu, mereka juga berziarah ke makam Gus Dur hingga Syekh Jumadil Kubro di Troloyo.

Ketua Ranting Fatayat NU Dadapan, Masrufah, S.Pd., mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan upaya menjaga sanad guru dan semangat perjuangan para kiai.
“Ziarah ini adalah bentuk ‘ngalap berkah’.

Di usia NU yang genap satu abad ini, kami ingin memastikan bahwa api semangat para pendiri tetap menyala di hati kader Fatayat NU Dadapan,” ujar Masrufah dalam keterangannya, Rabu (4/2/2026).

Menurut Masrufah, agenda Utama adalah Muhasabah dan Doa Bangsa
Selain ziarah, ada tiga agenda utama yang diusung dalam kegiatan ini, yakni refleksi Nisfu Sya’ban, ziarah Muassis yang merupakan Simbol ketaatan pada sanad guru dan penguatan ideologi Nahdliyyah serta doa bersama yang dipimpin Kiai Abdul Majid Kholid selaku Katib Syuriah NU Dadapan, mendoakan keselamatan warga desa agar senantiasa dalam keberkahan.

Tak hanya dimensi spiritual, perjalanan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi antaranggota. Di sela-sela perjalanan, para kader berdiskusi mengenai peran strategis Fatayat dalam pemberdayaan perempuan di tingkat desa.

Fokus utamanya adalah bagaimana Fatayat bisa menjawab tantangan zaman di abad kedua NU, terutama dalam isu sosial dan kemandirian ekonomi perempuan pedesaan.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Fatayat NU Dadapan berharap dapat menyongsong bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih serta semangat organisasi yang lebih kuat dan solid.