Lamongan, jurnal9.tv -Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus bergerak cepat mengintensifkan langkah mitigasi bencana banjir menyusul peringatan dini cuaca ekstrem. Berdasarkan data BMKG Juanda, curah hujan pada Januari 2026 diprediksi menjadi yang tertinggi sepanjang musim ini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung kondisi warga terdampak banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu siang. Desa tersebut merupakan salah satu wilayah yang terendam akibat luapan Sungai Bengawan Jero setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir.

Dalam kunjungannya di Balai Desa setempat, Gubernur Khofifah menyalurkan bantuan logistik berupa paket sembako, selimut, pakaian, hingga peralatan kebersihan diri untuk meringankan beban para korban.

“Berdasarkan data BMKG Juanda, curah hujan pada Januari ini mencapai puncaknya. Kami menghimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Jero, untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Khofifah di hadapan warga.

Selain penanganan darurat melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang saat ini tengah berjalan, Pemprov Jatim telah menyiapkan langkah struktural untuk mengatasi banjir tahunan di wilayah tersebut.
Khofifah menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan normalisasi kanal sungai yang membentang hingga ke arah laut. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mempercepat pembuangan debit air saat hujan ekstrem.

“Kami menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai sepanjang kurang lebih sembilan kilometer. Proyek ini akan melibatkan kerja sama lintas daerah agar aliran air dari sungai menuju laut bisa lebih lancar,” tegas Gubernur.

Rencana normalisasi ini akan dilakukan secara terintegrasi, mengingat kompleksitas luapan Bengawan Jero yang kerap melanda beberapa wilayah di Lamongan dan sekitarnya.

Hingga saat ini, Pemprov Jatim bersama BPBD terus memantau titik-titik rawan banjir dan memastikan ketersediaan logistik di gudang-gudang darurat tetap aman selama puncak musim penghujan.