Surabaya, Jurnal9.tv- Satu jemaah haji asal Nganjuk terpaksa ditinggal di tanah suci. Anang Handoyo AC (54 tahun) harus menjalani perawatan dan isolasi karena sakitnya.
Dokter Fadilla Fitrianti, dokter kloter 10 menuturkan “Pak Anang walau memiliki riwayat diabetes, namun secara umum kondisinya bagus. Walau begitu, tetap tidak boleh terbang karena sakitnya.”
Lalu dr. Fadila menceritakan bahwa 3 hari menjelang kepulangan, Anang Handoyo
mengeluhkan badan panas yang kemudian disertai dengan munculnya bintik berair pada sekujur tubuhnya.
“Varisela namanya dan ini karena virus. Jadi Pak Anang perlu dirawat sampai pulih dan virusnya menjadi tidak aktif. Pak Anang saat ini dirawat di KKHI – Klinik Kesehatan Haji Indonesia,” tuturnya.
Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Abdul Haris, menyampaikan pada hari ini (22/7) tercatat ada 2 orang jemaah haji Jawa Timur yang tidak bisa kembali bersama rombongan kloternya karena sakit.
“Yang sakit Sugeng Ngadeni Marwit dan Anang Handoyo Achmad Chadad. Sedangkan jemaah haji Sainem Pairan Sono, jemaah asal dari Ponorogo yang dirawat di Jeddah, telah diperbolehkan pulang dan telah sampai ke tanah air ikut dalam rombongan kloter 10 ini,” ungkapnya.
Kemudian jemaah haji yang dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya, Haris sampaikan sebelumnya ada 4 orang, namun ada yang sudah diperbolehkan pulang.
Haris menuturkan, ” Sebelumnya ada 4 orang. Namun ada 1 orang atas nama KH diperbolehkan pulang kemarin dan UMS diperbolehkan pulang siang ini. Jadi ada 2 orang, yaitu SY dan CU yang masih dirawat di RS Haji.”
“Pada kloter 8 ada 3 orang, kloter 9 ada 2 orang, dan pada kloter 10 ada 1 orang.” Pungkas Haris. (ah/snm)




