Sidoarjo, jurnal9.tv -Kisah pilu tengah dialami oleh tiga anak bersaudara di Kabupaten Sidoarjo yang terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah akibat terhimpit ekonomi dan permasalahan keluarga. Ketiga anak tersebut kini hidup bersama kakek dan neneknya yang tua dengan kondisi yang memprihatinkan.
Muhammad Fariz Adityan (11 tahun), Gendis Putri Ayu Kurniawan (7 tahun), dan Fatiyah (3 tahun) asal Dusun Keling, Desa Jumputrejo, Sukodono, kini tinggal bersama Jauri (63 tahun) sang kakek dan Sumarsih (60 tahun) sang nenek di Dusun Maju RT 02 RW 01 Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi sejak satu tahun terakhir.
Di rumah sederhana itu, ketiga anak hidup dalam kondisi serba kekurangan. Sang nenek hanya bekerja sebagai buruh rumah tangga dengan penghasilan Rp30.000 per hari, sementara sang kakek tidak bekerja karena mengalami pengapuran pada kedua kakinya. Penghasilan yang sangat kurang ini membuat mereka sesekali terpaksa mengonsumsi nasi aking atau karak, bahkan makan nasi goreng sisa sehari sebelumnya.

Akibat kondisi ini, dua dari tiga bersaudara terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah sejak satu tahun lamanya. Muhammad Fariz Adityan yang seharusnya saat ini sekolah kelas 5, putus sekolah di kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah. Sementara Gendis Putri Ayu Kurniawan yang semestinya kelas 1 SD, putus di Taman Kanak-Kanak.
Jauri mengaku sebenarnya memiliki empat cucu, tiga yang saat ini tinggal bersamanya dan satu lagi ikut bersama kakek dan nenek dari ibunya di Desa Jumputrejo. Sementara untuk keberadaan orang tuanya, sang ibu telah pergi tanpa kabar dan ayahnya bekerja sebagai penjaga warung kopi di wilayah Porong dengan penghasilan pas-pasan.
Dari persoalan ini, Akhmad Idom Maun Kepala Desa Tenggulungan Candi Menyatakan Pemerintah Desa akan membantu kepengurusan administrasi kependudukan agar anak-anak segera bisa bersekolah kembali.
Keluarga Jauri telah mendapatkan sejumlah bantuan dari pemerintah mulai Program BPNT, kartu BPJS Kesehatan, dan bedah rumah.
Meski telah mendapatkan berbagai bantuan, kondisi keluarga Jauri bertambah memprihatinkan semenjak hidup bersama cucu-cucunya, yang sebelumnya juga sudah mengalami kekurangan ekonomi.




