Surabaya, Jurnal9.tv – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi meresmikan SLB Negeri Karya Mulia Surabaya, Senin (5/1/2026). Kehadiran sekolah ini menjadi catatan sejarah baru, karena merupakan Sekolah Luar Biasa (SLB) berstatus negeri pertama yang ada di Kota Surabaya.
Selain meresmikan SLB Negeri Karya Mulia, Khofifah juga meresmikan hasil rehabilitasi dan revitalisasi sejumlah SLB di wilayah penyangga, seperti Sidoarjo, Gresik, hingga Mojokerto.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, lingkungan belajar yang layak akan membantu ABK mengembangkan potensi luar biasa mereka.
“Pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus harus disiapkan dengan sungguh-sungguh, mulai dari sarana prasarana hingga dukungan pendidiknya. Ini adalah komitmen kita untuk menghadirkan pendidikan inklusif yang berkeadilan di Jawa Timur,” tegas Khofifah.
Suasana peresmian berlangsung haru dan meriah saat para siswa SLB Negeri Karya Mulia menunjukkan bakat mereka dalam menari dan bermusik di hadapan tamu undangan. Penampilan ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berprestasi.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah secara simbolis menandatangani prasasti revitalisasi untuk beberapa sekolah, antara lain:
- SLB Negeri Gedangan, Sidoarjo.
- SLB Dharma Wanita,
- SLB Harapan Mulya,
- SLB Kemala Bhayangkari 2,
- SLBS Muhammadiyah di Kabupaten Gresik.
- SLB Putra Daerah Pucuk, Mojokerto.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa status “Negeri” pada SLB Karya Mulia merupakan tonggak penting. Sebelumnya, Surabaya belum memiliki SLB yang dikelola langsung dengan status negeri.
“Alhamdulillah, atas arahan Ibu Gubernur, proses administrasi tuntas di tahun 2025. Ini adalah SLB Negeri pertama di Surabaya. Kami ingin memastikan peningkatan sarana dibarengi dengan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan berkelanjutan,” ujar Aries.
Dengan langkah ini, Pemprov Jatim optimistis visi Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” dapat tercapai melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada satu pun anak yang tertinggal.




