Surabaya, Jurnal9.tv- Memasuki tahun politik 2024, Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj menegaskan agar para elit politik tidak memakai agama sebagai alat kepentingan dalam merebut kekuasaan. Sebab, menurutnya, agama adalah sebuah ajaran yang memiliki nilai-nilai yang universal yang mengatur tentang hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia.
Kiai Said menilai, politisi agama merupakan sebuah permasalahan besar karena dapat merusak dan mengahancurkan persatuan masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya, ras, dan agama.
“Masyarakat sekarang sudah dewasa, sudah semakin mengerti apa itu demokrasi, apa itu negara, apa itu politik, tidak usah bawa-bawa agama. Lah ini merupakan tugasnya para Partai untuk memberikan edukasi dan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.” Ungkap Kiai Said saat ditemui usai kegiatan Silaturahmi Anak Bangsa yang digelar Roemah Bhinneka di Universitas Ciputra Surabaya, Sabtu (28/5/2022).
Selama ini, lanjut Kiai Said, Politisasi agama dijadikan sebagai sebuah bentuk dari politik hitam yang mana di situ mempropaganda masyarakat dengan cara memengaruhi pemahaman dan pengetahuannya tentang cara beragama, dengan menjual ayat-ayat yang ditafsirkan secara mentah-mentah tanpa adanya penelusuran terkait dengan maksud dari ayat tersebut.
“Nah, yang paling berdosa itu nantinya adalah ketua-ketua Partai karena tidak memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat, bagaimana berdemokrasi, bagaimana berpolitik, bagaimana berbangsa dan bernegara. Sebab, orang yang berbohong menggunakan agama untuk kepentingan pribadi adalah orang yang paling celaka,” Ujarnya.
Di samping itu, Kiai Said juga mengapresiasi kegiatan Silaturahmi Anak Bangsa yang digelar Roemah Bhineka bekerja sama dengan Universitas Ciputra.
“Saya mendukung Yayasan Roemah Bhineka. Ini merupakan upaya untuk memelihara kebhinekaan, mempererat silaturahmi lintas agama, ras, suku, etnis,” Pungkasnya.
Diketahui, Yayasan Roemah Bhineka bekerjasama dengan Universitas Ciputra Surabaya menggelar kegiatan Dialog Interaktif Silaturahmi Anak Bangsa, dengan tema “Pancasila sebagai Elan (Perjuangan Hidup) dalam Membentuk Tata Dunia yang Berperikemanusiaan Pasca Pandemi”. (ah/snm)




