Garut, jurnal9.tv -Kebun Edukasi Eptilu (F3/Fresh From Farm) di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjadi percontohan pertanian modern khususnya hortikultura. Dengan memanfaatkan teknologi tepat guna dan sistem irigasi berbasis aplikasi, produk pertanian seperti cabai dan tomat dihasilkan dengan kualitas dan kuantitas sangat baik.
Owner Eptilu, Rizal Fahreza, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan dua model pertanian sekaligus sebagai bahan edukasi. “Supaya orang yang datang ke sini bisa membandingkan. Pertanian yang biasa atau alami hasilnya seperti apa, dan kalau yang menggunakan teknologi hasilnya seperti apa,” jelasnya kepada media Jawa Timur, Sabtu (14/2).
Perbedaan hasil sangat signifikan pada tanaman cabai rawit. Dengan metode alami, usia tanam hanya delapan bulan (empat bulan penanaman, empat bulan produksi) dengan daun cenderung keriting dan menguning. Sementara dengan teknologi, usia tanaman mencapai 2-3 tahun, batang tinggi hingga lebih 1,5 meter, daun lebar hijau segar, dan buah berukuran besar.
Teknologi yang digunakan berasal dari Amerika Serikat, diterapkan dengan sistem greenhouse dan irigasi terkendali aplikasi ponsel. Dengan bantuan Bank Indonesia sejak 2022, greenhouse berkapasitas 4 ribu pohon itu mampu menghasilkan panen lebih dari satu ton setiap minggu.
Hasil panen diprioritaskan untuk memenuhi konsumsi masyarakat sekitar. Berkat bantuan BI pula, Eptilu menjalin kerja sama antar daerah sehingga produk pertaniannya mampu menyuplai hingga ke DKI Jakarta dan Banten. “Kami juga mengolah hasil panen agar bisa memiliki nilai tambah menjadi berbagai macam produk olahan,” tambah Rizal.
Sejak berdiri pada 2029, Eptilu konsisten melakukan penguatan ekosistem pertanian dari hulu ke hilir. Lahan yang dikelola terus berkembang dari 5 hektar menjadi 18 hektar, 23 hektar, hingga kini mencapai 75 hektar. Komitmen Eptilu menjadikannya model pertanian modern yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.




