Jakarta, jurnal9.tv -Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan terdapat tiga amanat utama yang wajib dilaksanakan oleh seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam menjalankan tugas pelayanan jamaah haji Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Dahnil saat Apel Malam dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis malam (16/1/2026). Ia menekankan bahwa tugas petugas haji bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bentuk pengabdian dan tanggung jawab besar.
Menurut Dahnil, amanat pertama berasal dari Allah SWT. Petugas haji dituntut menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan, kejujuran, dan integritas karena pelayanan terhadap jamaah merupakan bagian dari ibadah.
Amanat kedua, lanjutnya, berasal dari jamaah haji. Petugas wajib memberikan pelayanan terbaik, bersikap sabar, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah, terutama dalam situasi padat dan penuh tantangan di Tanah Suci.

Sementara amanat ketiga merupakan tanggung jawab kepada negara. Dahnil menegaskan bahwa petugas haji membawa nama baik Indonesia di mata dunia internasional, sehingga profesionalisme, disiplin, dan etika pelayanan harus selalu dijaga.
Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga mengingatkan seluruh peserta diklat untuk menanggalkan ego pribadi, jabatan, maupun latar belakang masing-masing. Ia menilai, kekompakan dan kerja sama tim menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan haji.
“Petugas haji harus bersatu dalam satu tujuan, yaitu melayani jamaah dengan sebaik-baiknya. Tidak ada ruang untuk ego, yang ada hanyalah pengabdian,” tegasnya.
Diklat PPIH tahun ini disebut sebagai pelatihan paling bersejarah karena dilaksanakan dengan durasi lebih panjang dan pendekatan kedisiplinan yang lebih intensif.
“Jangan lupa juga jaga kesehatan dan kebugaran, kalian ini adalah ujung tombak keberhasilan pelaksanaan haji 2026,” tambahnya.
Pemerintah berharap, melalui pelatihan tersebut, kualitas penyelenggaraan ibadah haji ke depan dapat semakin meningkat. Maka dari itu ribuan petugas haji digembleng kedisiplinan dan kepekaannya melalui pelatihan semi militer.(M. Hariri)




