Surabaya, jurnal9.tv -Perkembangan teknologi generasi muda dituntut mampu bersaing. Untuk itu, masyarakat harus menguasai IT, terutama dalam menggunakan media sosial yang baik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Edukasi 50 siswa ini hasil seleksi oleh Jaya Grup untuk mengikuti program bertajuk ‘Open Mind for Student’ bertema ‘Think Global, Creat Impact’, di Surabaya, 10-11 Januari 2026. Program ini merupakan realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) Jaya Group.

Direktur Jaya Group, Tomy Suhartanto menekankan pentingnya program-program edukasi. Pihaknya tidak lagi memberikan CSR dalam bentuk donasi, namun diubah menjadi bentuk-bentuk yang sifatnya adalah memberikan edukasi, memberikan bekal pada generasi muda. Ke depan, Tommy mengajak pihak swasta agar menyalurkan CSR-nya dalam bentuk program edukasi.

“Kami dari Jaya Group mulai membiasakan, kami harap agenda-agenda CSR dari Jaya Group ini juga bisa diilhami kemudian juga bisa diduplikasi oleh perusahaan-perusahaan yang lain. ujarnya.

Menurutnya, penyaluran CSR untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM) kini lebih relevan, jika dibandingkan sekadar memberikan donasi. Dengan program edukasi, khususnya untuk generasi muda, dampaknya akan bisa lebih berkelanjutan.

“Mari kita sama-sama saling mempersiapkan masa depan. Kami Jaya Group juga mengajak kepada perusahaan-perusahaan lain untuk mulai dari sekarang ayo kita alihkan CSR dari masing-masing perusahaan menjadi bentuk program-program pendidikan,” ujarnya.

Selama dua hari, para siswa mengikuti program inspiratif yang dirancang sebagai ruang belajar, bertukar gagasan dan sarana memperluas cara berpikir.

“Pendidikan kreatif, pendidikan yang sifatnya menambah wawasan ini penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, seperti impian dari semua pihak utamanya dari Bapak Presiden Prabowo,” tambahnya.

Edukasi ini menghadirkan dua narasumber utama dihadirkan, yakni influencer Dasha Gartman atau yang lebih dikenal dengan nama Bule Barbie, dan Harvard Graduate Anna Mikhaylyants. Tomy pun menyoroti kehadiran dua narasumber inspiratif itu.

Timmy menilai di era modern saat ini, informasi bukan hanya sebatas konsumsi pengetahuan, melainkan juga dapat berkembang menjadi sebuah profesi, salah satunya sebagai influencer.

‎”Jadi kenapa kita mengundang Bule Barbie? Ya karena Bule Barbie ini adalah salah satu influencer yang cukup dikenal dan cukup dipahami oleh para generasi muda, khususnya anak-anak sekolah,” tambahnya.

Menurutnya, dipilihnya Harvard sebagai narasumber diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir para peserta agar tidak hanya terpaku pada perspektif lokal, tetapi juga memiliki wawasan global.

‎“Dan kenapa kita undang narasumber juga dari Harvard, mahasiswa Harvard. Supaya adik-adik kita, siswa dan siswi yang kita pilih dan kita undang ini terbuka pikirannya, wawasannya terbuka tidak hanya pada segmen lokal tapi pada lebih luas lagi wawasan internasional,” tuturnya.

Influencer Bule Barbie memotivasi para siswa untuk tidak takut membuat konten kreatif. Mengingat konten kreatif menjadi peluang nyata bagi generasi muda di era digital saat ini.

“Untuk zaman sekarang itu (content creator) bisa benar-benar menjadi peluang bagus, peluang nyata, dan semoga kalian setelah ini tidak takut, tidak ragu, tidak bingung, dan insya Allah kalian semua bisa,” tuturnya.

Gadis bernama asli Dasha Gartman ini menyebut, kreator konten memang tidak harus dijadikan profesi utama. Meski begitu, pengetahuan dan keahlian dalam hal pembuatan konten kreatif tetaplah penting untuk bekal masa depan.

Untuk itu, menurutnya keberanian memulai sesuatu adalah hal utama. “Yang penting berani mulai. Hal yang kita bicarakan hari ini mungkin bisa dipikirkan dulu. tidak harus diambil keputusannya sekarang untuk ambil profesi content creator, tapi untuk zaman sekarang keahlian pembuatan konten ini diperlukan,” ucapnya.

Barbie mendukung penuh kegiatan yang diselenggarakan oleh Jaya Group ini. Secara pribadi, ia pun mendapat pengalaman baru, dan bertemu orang-orang baru.

Ia mengakui, dari kegiatan tersebut ia menemukan bahwa proses membangun organisasi dan ekosistem kreatif merupakan pengalaman yang sangat menarik. Menurutnya, kegiatan ini memberikan ruang belajar yang luas bagi anak muda yang ingin mencoba hal baru.

“Ini benar-benar seru ya, mulai dari pembuatan organisasinya sampai proses belajarnya. Menurut saya ini bagus banget buat anak muda yang pengen coba sesuatu yang baru dan pengen belajar. Itu hal yang luar biasa,” pungkasnya.