Jakarta, jurnal9.tv -Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak semata diukur dari kelancaran aspek administratif dan teknis, melainkan dari kenyamanan serta keselamatan jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penegasan tersebut disampaikan Gus Irfan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan PPIH Arab Saudi tahuj 1447 H / 2026 M, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/01/2026).

Kegiatan sebagai bagian dari persiapan haji tahun 2026 agar berjalan lancar sesuai dengan harapan banyak pihak. Gus Menteri mengingatkan PPHI agar menjadikan kepentingan jemaah sebagai orientasi utama dalam setiap kebijakan dan layanan.

“Haji adalah amanat besar. Ukuran keberhasilannya bukan pada laporan administrasi semata, tetapi pada bagaimana jemaah merasa aman, nyaman, dan terbantu dalam beribadah,” ujar Gus Irfan.

Menurutnya, kompleksitas penyelenggaraan haji menuntut kesiapan menyeluruh, mulai dari perencanaan, pelayanan di lapangan, hingga pengawasan yang berkelanjutan. Karena itu, profesionalisme dan integritas petugas menjadi faktor kunci dalam memastikan jemaah mendapatkan layanan optimal.

Gus Irfan juga menekankan pentingnya kerja sama dan soliditas antarpersonel penyelenggara haji. Ia mengingatkan agar setiap petugas mengesampingkan kepentingan pribadi serta menghindari ego sektoral yang dapat menghambat pelayanan kepada jemaah.

Selain aspek pelayanan, ia menyoroti pentingnya aspek keselamatan, khususnya dalam menghadapi dinamika cuaca, kepadatan jemaah, dan kondisi fisik jemaah yang beragam. Menurutnya, mitigasi risiko dan respons cepat di lapangan harus menjadi perhatian utama seluruh petugas.

“Kenyamanan dan keselamatan jemaah adalah tanggung jawab bersama. Negara hadir untuk memastikan ibadah haji dapat dilaksanakan dengan tenang dan khusyuk,” tegasnya.

Melalui penguatan pembinaan dan peningkatan kualitas layanan, Gus Irfan optimistis penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lebih tertib, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah Indonesia. (M. Hariri)