Surabaya, Jurnal9.Tv- Khazanah pesantren ditunjukkan Grantika Pujianto dalam gambar-gambar pilihannya di film Sarung. Sebagian masyarakat mungkin belum mengetahui seperti apa kehidupan dan pendidikan di pesantren. di Film ini penonton akan terbawa dalam suasana pesantren, khususnya pesantren NU.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Di film sarung ini grantika memasukkan scene santri mengaji alquran, mengaji kitab kuning, bagaimana santri dididik untuk disiplin, bagaimana cara santri bersenang-senang dengan permainan khas pesantren, dan bagaimana cara santri bisa mandiri setelah dari pesantren.  Sepulang dari pesantren santri akan selalu membawa sifat santun dan takdzimnya.

Untuk menggambarkan takdzim santri, sang sutradara mengambil kisah sejarah Syaikhona kholil bangkalan yang meminta salah satu santrinya untuk menggendong tamu beliau. Santri yang melakukannya adalah Hadratus Syeikh KH Hasyim As’ari. Sejarah yang tidak banyak diketahui masyarakat ini terkuak dalam film Sarung.

Dari Kehidupan pesantren di film ini, penonton diajak untuk menyelami diri. bagaimana hubungan kita dengan Sang Pencipta dan hubungan kita dengan makhluk ciptaan-Nya. Ada satu dialog favorit (red:penulis).

“Kebahagiaan akan menghampiri mereka yang mau bersyukur atas segala Nikmat-Nya”

Dalam film ini digambarkan bahwa seorang santri sejatinya adalah orang yang multitalenta dan terus belajar serta menjunjung tinggi Nasionalisme.

Bahkan, di film sarung juga digambarkan bagaimana kisah cinta khas pesantren. Kisah cinta yang berkembang dengan aturan agama dan norma masyarakat. bahwa ada garis yang tidak bisa dilanggar seorang muslim muslimah sebelum akad nikah dilangsungkan.

Perjalanan santri tak akan pernah berhenti. Karena pada dasarnya Setiap hari adalah pembelajaran hidup, tangguh menghadapinya dan membawa kebahagiaan bagi sekitar.

Film ‘SARUNG’ Santri untuk Negeri bisa disaksikan di chanel youtube Rumah Kreatif Production. (snm)