Surabaya, jurnal9.tv -Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan ta’aruf Dewan Pimpinan pada Rabu (28/01/2026) bertempat di Kantor MUI Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum awal untuk menyamakan visi, memperkuat sinergi, serta meneguhkan komitmen pengurus dalam menjalankan peran MUI sebagai khodimul ummah dan shadiqul hukumah.
Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan MUI Jawa Timur, Prof. Akh. Muzakki, dalam arahannya menegaskan bahwa konsep khodimul ummah harus diterjemahkan secara nyata dalam kerja-kerja keummatan. Menurutnya, pengurus MUI harus selalu hadir dan aktif dalam setiap persoalan umat, serta memastikan tidak ada isu strategis keumatan yang luput dari atensi MUI.
“MUI harus menjadi rumah bersama. Kita tidak boleh pasif. Setiap urusan keummatan harus mendapatkan perhatian serius, jangan sampai ada yang terlepas dari pengawalan MUI,” tegasnya.
Prof. Muzakki menekankan keunggulan MUI sebagai lembaga rujukan utama pemerintah, terutama dalam memberikan pertimbangan kebijakan dan mitigasi persoalan sosial-keagamaan.

“Dalam banyak kebijakan strategis pemerintah, khususnya terkait isu keagamaan dan mitigasi konflik, MUI selalu menjadi referensi utama, bukan ormas lain. Karena itu, kita wajib menjadikan MUI sebagai pusat aktivitas pengabdian kita,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur, Prof. Dr. H. Abd. Halim Soebahar, MA, memaparkan fungsi fundamental MUI dalam kehidupan umat Islam.
“Setidaknya terdapat beberapa peran utama MUI, di antaranya sebagai wadah musyawarah ulama dan cendekiawan Muslim, wadah silaturahmi, serta representasi umat Islam dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan,” ungkapnya.
Selain itu, MUI juga memiliki peran strategis sebagai lembaga yang dipercaya untuk memberikan fatwa keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga akidah umat dari berbagai bentuk penyimpangan dan kesesatan.
“Keberadaan MUI bukan hanya simbol kelembagaan, tetapi benteng akidah umat dan perekat persatuan umat Islam,” jelas Prof. Halim.
Tak hanya itu, Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi dan Pengembangan Industri Halal MUI Jawa Timur, Prof. Dr. H. Thohir Luth, MA, menegaskan bahwa kehadiran para dewan pimpinan di MUI Jawa Timur bukan sekadar amanah struktural, melainkan bagian dari pengabdian kepada umat dan bangsa. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengurus diharapkan dapat bergerak bersama dengan niat yang tulus dan semangat kebersamaan.
“Alhamdulillah, kehadiran kita di MUI Jawa Timur sebagai Dewan Pimpinan masa khidmat 2025–2030 ini merupakan bagian dari khidmah kita kepada umat dan bangsa. Karena itu, mari kita bergerak bersama dengan niat yang ikhlas. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.




