Cegah Pemilu Makin Brutal, Gus Khozin: Bawaslu dan KPU Harus Diperbaiki

Jember, jurnal9.tv -Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Jember menggelar forum diskusi bertema penguatan kelembagaan bersama sejumlah elemen masyarakat.

Hadir langsung sebagai pemateri, anggota komidi II DPR RI Gus Khozin dan Arif Wibowo, Bawaslu Jawa Timur, Akademisi UIN KHAS Jember, peserta dari kalangan mahasiswa, media dan pesantren.

Giat ini merupakan salah satu bagian upaya untuk meningkatkan kualitas demokrasi melalui pemilu yang baik.

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menuturkan bahwa Bawaslu ibarat sebagai wasit, KPU sebagai pelaksana dan Partai Politik sebagai petinjunya. Jika wasit bekerja dengan baik maka akan mendorong peserta ikut baik, namun juga berlaku sebaliknya jika pengawasnya tidak baik maka output yang dihasilkan juga akan buruk.

Oleh sebab itu Gus Khozin menilai seluruh komponen tersebut harus memperbaiki diri melalui penguatan dan kolaborasi antar kelembagaan, agar pemilu tidak semakin brutal di masa yang akan datang.

Pihaknya di Komisi II DPR RI juga melakukan penguatan terhadap Bawaslu dan KPU, baik melalui perbaikan sistem, maupun penguatan secara kelembagaan.

“Pemilu 2024 itu adalah pemilu yang paling brutal selama ini, oleh sebab itu semua pihak harus diperbaiki” kata Gus Khozin.

“Tidak hanya wasit dan pelaksananya, para pesertanya juga sedang kami evaluasi, sehingga berdasarkan rekomendasi KPK, Komisi II DPR RI sudah sepakat untuk menambah bantuan keuangan untuk parpol, tentunya disesuaikan dengan kemampuan negara. Karena jika negara tidak memberikan anggaran yang cukup untuk partai, maka sama saja dengan membiarkan partai politik mencari sumber pendapatan lain yang tidak sah” Pungkasnya.