Jakarta, Jurnal9.tv –  KH. Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU membuka RAKERNAS V LESBUMI NU dan temu nasional seniman dan budayawan, pada Jum’at (2/12/2022), di Museum Betawi, Jakarta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gus Yahya, sapaan akrabnya dalam sambutannya mengatakan, Pengurus LESBUMI NU adalah pemegang hierarki kebijakan, mulai dari kebijakan umum sampai dengan kebijakan-kebijakan yang lebih rinci di tingkat yang lebih bawah. Untuk itu lembaga harus diarahkan untuk tumbuhnya produk-produk kegiatan yang diperlukan oleh organisasi, sesuai dengan yang ditetapkan di lingkungan Nahdlatul Ulama dan di lingkungan masyarakat luas pada umumnya.

“Jadi ya tidak seharusnya, LESBUMI NU membuat misalnya pertunjukan-pertunjukan tari atau pertunjukan teater dan lain sebagainya. LESBUMI NU seharusnya membangun agenda tentang bagaimana seni budaya ini harus dikembangkan di lingkungan Nahdlatul Ulama, membuat kebijakan-kebijakan,” ujarnya.

Kebijakan itu isinya dua, tambah gus yahya. Pertama adalah regulasi dan bagaimana aturan-aturan yang harus diikuti. Kedua adalah haluan agenda program, arah program yang harus dikembangkan sampai ke bawah.

“Nah Siapa yang nanti akan menjadi pelaksana menjadi aktor-aktor lapangan bagi eksekusi program-program dari lembaga itu, mereka akan kita mobilisasikan terutama dari banom-banom yang ada. Dalam hal ini seperti misalnya Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU,IPPNU  atau yang lebih khusus lagi terkait lesbumi ini, misalnya ISHARI, JQHNU. Mereka menjadi pelaksana lapangan dari kebijakan-kebijakan agenda dan program-program yang dibuat oleh lembaga,” imbuhnya.  

Gus Yahya menyerahkan kepada pengurus LESBUMI NU untuk mendiskusikan dan membangun perspektif dan desain seni budaya yang membawa kepentingan Indonesia, kepentingan Islam, dan masyarakat. Seni budaya harus memilik tujuan tentang harapan bangsa.

Seni Budaya itu bukan hanya tentang masa lalu, tapi juga masa kini dan masa depan. “Tapi bahkan masa kini dan masa depan itu memerlukan narasi. Kenapa jalan ini yang harus kita tempuh. Ini penting sekali, dan sebetulnya sudah menjadi kesadaran sejak masa leluhur kita. Leluhur kita membuat seni budaya untuk membangun narasi. Kalau kita lihat misalnya,  di Jawa dikembangkan wayang yang isinya adalah narasi-narasi tentang dari mana kita berasal dan menuju ke mana. Ini semua narasi, inilah yang kemudian membentuk konstruksi peradaban dari masyarakatnya,” tegas gus Yahya.

Kekuatan Narasi

Ketika masyarakat itu terus menerus mendengar narasi yang sama, dan narasi ini dipelihara, ini semua membentuk konstruksi dari peradaban masyarakatnya. Dan ini ada di mana-mana, di semua lingkungan budaya ini.

“Bahkan Amerika membangun narasi, misalnya membuat narasi seolah-olah dulu pernah menang perang di Vietnam, padahal setelah membantai jutaan orang, Amerika kalah. Tapi melalui film, Amerika membangun narasi seolah-olah dirinya adalah pahlawan,” katanya memberi contoh.

Kita punya warisan-warisan. Folklor misalnya, warisan-warisan budaya rakyat, cerita rakyat yang menjadi narasi dari masyarakatnya masing-masing yang memberikan kesadaran budaya kepada masyarakat, dan kesadaran itu kemudian terbentuk secara kolektif.

“Mari Membangun Narasi Sesuai Kepentingan Kita.  Membangun Narasi sebagai Strategi,”

LESBUMI NU perlu merumuskan, Indonesia ini butuh menjadi Indonesia yang seperti apa? Indonesia yang bangkit, Indonesia yang berperan lebih besar di tengah dunia, Indonesia yang bisa menjadi lokomotif peradaban.

“Kita harus bangun narasi tentang hak kita atas fungsi-fungsi itu, atas peran-peran itu . Kita bangun narasi sedemikian rupa sehingga secara kolektif, bangsa Indonesia ini yakin bahwa kita berhak ikut menentukan warna peradaban dunia. Ini penting, jangan sampai narasi  yang melemahkan rasa percaya diri kita biarkan,” ajaknya.

Gus Yahya yang hadir dalam pembukaan RAKERNAS V LESBUMI NU mengenakan pakaian khas Betawi ini Menegaskan, Selama ini, banyak narasi beredar tentang bangsa Indonesia yang tertinggal dari bangsa-bangsa lainnya, tentang bangsa Indonesia yang kurang pintar dibanding bangsa-bangsa lainnya. Narasi ini yang harus diblokir. (snm)