Lumajang, jurnal9.tv -Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah Lumajang bagian utara yang selama ini kerap mengalami krisis air bersih. Wilayah sasaran meliputi Kecamatan Kedungjajang, Klakah, dan Ranuyoso.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan di tingkat daerah, namun juga hingga ke pemerintah pusat. Pada tahun ini, Pemkab Lumajang akan membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di Sumber Mrutu. Sumber air tersebut memiliki debit 1.000 liter per detik, namun sekitar 100 liter per detik akan dimanfaatkan khusus untuk menangani krisis air bersih di wilayah Lumajang utara.
Direktur PDAM Lumajang, Khoirul Anam, S.PdI., M.M., menjelaskan bahwa pembangunan SPAM tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun 2026, pembangunan akan dimulai dengan anggaran sebesar Rp52 miliar.

“Pembangunan dimulai dari Kecamatan Kedungjajang, kemudian dilanjutkan ke Kecamatan Klakah. Pada tahun 2027, jaringan di Kecamatan Klakah akan disempurnakan, lalu dilanjutkan ke Kecamatan Ranuyoso. Jadi pelaksanaannya bertahap selama dua tahun,” ujar Khoirul Anam.
Dengan adanya proyek tersebut, Pemkab Lumajang berharap pada tahun 2027 tidak ada lagi wilayah Lumajang bagian utara yang mengalami krisis air bersih. Pemerintah daerah pun mengharapkan doa dan dukungan masyarakat agar rencana pembangunan SPAM di Sumber Mrutu dapat berjalan lancar dan cepat terealisasi.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mengatasi persoalan air bersih, PDAM Lumajang juga telah membangun SPAM di Sumber Kali Sono. Dari sumber tersebut, PDAM mengambil debit air sebesar 10 liter per detik guna mengoptimalkan pasokan air bersih bagi masyarakat, Khususnya masyarakat yang berada di kecamatan Klakah. (Ard)




