Jakarta, jurnal9.tv -Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus memperkuat kesiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1457 H/2026 M melalui pembekalan keterampilan dasar kesehatan.
Salah satu materi yang diberikan dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH adalah penanganan pertolongan pertama bagi jamaah yang mengalami pingsan.
Pelatihan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi darurat kesehatan yang kerap terjadi selama pelaksanaan ibadah haji, terutama akibat kelelahan, dehidrasi, dan cuaca ekstrem di Tanah Suci.
Melalui pelatihan ini, petugas diharapkan mampu memberikan respons cepat sebelum jamaah mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Materi pelatihan dibimbing langsung oleh tenaga kesehatan haji yang terdiri dari dokter dan perawat berpengalaman, yang juga tergabung sebagai petugas PPIH bidang kesehatan.
Pelatihan ini diberikan dalam setiap kompi Diklat PPIH agar memudahkan dalam pemahaman dan prakteknya. Seperti di kompi D pelatihan kesehatan ini dipimpin langsung oleh dr. Budi Prasetyo, SpAn yang merupakan spesialis anastesi.
Dalam sesi praktik, petugas dilatih melakukan pemeriksaan awal terhadap jamaah pingsan, mulai dari pengecekan respons, pernapasan, denyut nadi, hingga memastikan jalan napas.
Petugas juga diajarkan melakukan tindakan resusitasi jantung paru (RJP) atau pijat jantung dengan standar tekanan 100 hingga 120 kali per menit apabila korban tidak menunjukkan respons dan napas tidak normal.
“Kita sebagai petugas nanti akan berhadapan dengan berbagai kondisi dilapangan, termasuk urusan kesehatan. Maka dari itu kita sebagai PPIH harus siap dan tahu cara penangani sebagai bagian layanan pada jamaah haji,” ujar dr. Budi Prasetyo dihadapan para peserta PPIH.
Melalui pelatihan ini, petugas PPIH dipersiapkan menjadi petugas kesehatan awam terlatih yang mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji dan Umrah RI dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. (M. Hariri)




