Gresik, Jurnal9.tv – Banyaknya model dan tata rias pengantin saat ini tentunya secara tidak langsung akan menggeser pakaian adat daerah setempat.
Untuk tetap melestarikan pakaian adat tersebut GresMall berkerja sama dengan Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI) Melati cabang Gresik, menyelenggarakan Lomba Rias Pengantin Muslim Tahun 2022 di Hall lantai 1 Gresmall. Rabu, (29/06).
Echo Sugeng Wahyudi, Marcomm Manager PT Dharma Graha Utama, pengelola Gressmall dan Hotel Aston Inn, menjelaskan selain bekerja sama dengan Harpi, pihaknya juga menggandeng Catalia, Perkumpulan ahli perias pengantin Pantura (Papera ) dan Srikandi Ayu.
“Dipilihnya tema tata rias pengantin muslim, karena Gresik adalah tanah wali yang mempunyai gaun pengantin asli Gresik yaitu Giri Kedaton yang tadi dibawakan oleh Harpi Melati” jelas Echo.
“Giri Kedaton adalah pakaian pengantin adat Gresik yang unik, karena terdapat sentuhan pesisir, Arab dan Belanda. Dan ini harus dilestarikan, karena tidak kalah dengan baju pengantin modern atau kekinian,”imbuhnya.
Erick Pramono, General Manager GressMall, mengatakan pihaknya bakal akan lebih sering menggelar acara-acara yang mendatangkan banyak pengunjung.
Rencananya, pihaknya akan menggandeng komunitas yang ada di Gresik untuk ikut meramaikan GresMall. Seperti komunitas fotografi, penggemar kucing, reptil.
“Kita berusaha mewadahi semua kegiatan komunitas yang ada di Gresik, karena kami ingin dekat dengan kawula muda. Semua komunitas dengan beragam kegiatannya,”ujar Erick.
Erick mengakui, setelah pandemi melandai tingkat kunjungan ke GresMall memang naik namun belum semaksimal sebelum terjadinya pandemi.
“Karena itulah, kami harus mencari inovatif dan kreatif agar masyarakat tidak bosan ke mall, salah satunya dengan menggandeng komunitas untuk menggelar acaranya di sini,” ujar Erick.
Sementara Ketua Harpi Melati Kabupaten Gresik Nurul Fajriah mengatakan, kegiatan ini melibatkan perias dari masing-masing Kecamatan di Kabupaten Gresik. Harapannya, untuk menyamakan tata cara busana pengantin khas Gresik. Sehingga, adat dan budaya masih terjaga secara baik.
“Setelah lomba tata rias pengantin selesai, peserta mengikuti lomba fashion show. Kegiatan ini untuk menyamakan para perias dalam menata busana pengantin dan dalam fashion terhadap busana khas daerah Gresik,” kata Nurul Fajriah.
Selain itu, kegiatan fashion show ini juga untuk memberikan semangat bagi anak-anak yang hobi fashion. Sebab, selama Pandemi covid-19 kegiatan tatap muka dibatasi oleh pemerintah.
“Dengan kegiatan ini, anak-anak yang mempunyai hobi fashion dapat tersalurkan. Dan kita, bisa mengarahkan anak-anak dalam busana dan adat Jawa,” tutupnya.(ap/rfp)




