Gresik, jurnal9.tv -Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik secara resmi menyelenggarakan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Masa Bakti XXIII Tahun 2026 di Hotel Khas Gresik, Rabu (11/02/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertemuan strategis ini menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat Kabupaten untuk mengevaluasi seluruh capaian kinerja yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025.

Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetya, menegaskan bahwa Konkerkab kali ini memiliki nilai krusial dalam merancang peta jalan organisasi setahun ke depan.

“Fokus utama dalam pertemuan ini adalah mengimplementasikan serta mengonsolidasikan program kerja yang akan dijalankan oleh seluruh pengurus di tingkat cabang,”ujar Beri.

Saat ini, PGRI Kabupaten Gresik menaungi sebanyak 18 cabang yang tersebar di wilayah geografis yang beragam, mulai dari wilayah daratan hingga wilayah kepulauan.

Beri Avita Prasetya menekankan pentingnya pemerataan kualitas dan koordinasi agar program kerja dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh guru tanpa terkecuali.

Dalam pemaparannya, Beri menyebutkan bahwa peningkatan skill dan kompetensi guru menjadi prioritas nomor satu dalam agenda kerja tahun 2026.

“Program strategis atau program prioritasnya yaitu salah satunya terkait bagaimana kita bisa meningkatkan skill, kompetensi Bapak Ibu guru kami di bawah naungan PGRI,”katanya.

PGRI meyakini bahwa guru yang berkualitas merupakan kunci utama bagi kemajuan bangsa, sesuai dengan visi jangka panjang organisasi.

“Betul-betul PGRI bisa berkontribusi, guru maju Indonesia maju, guru hebat Indonesia kuat,” tegas Beri menambahkan.

Peningkatan kualitas ini dipandang sebagai persiapan dalam menyambut visi besar Indonesia Emas tahun 2045.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, PGRI Gresik telah menyiapkan serangkaian strategi kolaboratif dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.

Rangkaian program tersebut meliputi pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek), lokakarya (workshop), hingga program pembelajaran mendalam atau KKA.

Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah akselerasi kemampuan literasi dan numerasi siswa yang diaplikasikan secara langsung oleh para pendidik.

Beri mencontohkan kesuksesan kolaborasi sebelumnya dalam melatih guru matematika menggunakan metode “sansu” dari Jepang.

“Ini salah satu contoh, kita mencetak guru-guru matematika untuk belajar menghitung cepat melalui metode “sansu” dari Jepang,” ungkapnya.

Selain aspek teknis pembelajaran, Beri Avita Prasetya juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh pengurus dan anggota untuk terus mengasah empat kompetensi dasar guru.

Kompetensi tersebut mencakup aspek pedagogik, profesional, sosial, serta kompetensi kepribadian yang harus dimiliki setiap tenaga pendidik.

Penekanan pada kompetensi ini bertujuan agar para guru di Kabupaten Gresik dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) dengan maksimal.

“Insyaallah kalau kita ini selalu meningkatkan kompetensi, kita akan terhindar dari hal-hal yang bersentuhan dengan hukum. Kita mengajar sesuai dengan tupoksi kita masing-masing,” jelas Beri.

Sebagai penutup, Ketua PGRI Gresik mengajak seluruh elemen organisasi untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam mengelola organisasi.

“Marilah kita berkolaborasi dengan stakeholder terkait untuk terus menerus meningkatkan transparansi, akuntabilitas di organisasi PGRI Kabupaten Gresik,”pungkasnya.