Surabaya, jurnal9.tv -Pusat Pengembangan Desa dan Daerah LPPM Unesa sukses menyelenggarakan International Conference on Rural and Regional Development (ICRRD) 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-3 Pusbangdesda. Kegiatan berlangsung di Auditorium LPPM Unesa dan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (9/2/2026).
Mengusung tema “Rural Innovation, Sustainability, and Empowerment”, konferensi internasional ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lintas negara dalam membahas inovasi dan strategi pembangunan desa serta wilayah yang berkelanjutan dan inklusif.
Konferensi menghadirkan pembicara internasional dan nasional kompeten, di antaranya Assoc. Prof. Ferry Jie dari Edith Cowan University, Australia, yang membahas perspektif global pembangunan wilayah dan rantai nilai berkelanjutan. Dr. Edwin Jaimes Villaflor dari Capiz State University, Filipina memaparkan inovasi pertanian dan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Dari Indonesia, Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., selaku Kepala Pusbangdesda LPPM Unesa, menekankan pentingnya kolaborasi akademik dan penguatan kapasitas lokal dalam mendorong pembangunan desa dan daerah yang berdampak nyata.
“ICRRD 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan gagasan, riset, dan praktik terbaik agar pembangunan desa tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga berkeadilan dan memberdayakan,” ujar Farih dalam paparannya.
Sebagai bagian dari peringatan 3 Tahun Pusbangdesda, konferensi ini menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen lembaga dalam mendorong keunggulan pembangunan desa dan daerah melalui riset, pengabdian kepada masyarakat, serta jejaring kolaborasi nasional dan internasional.

Pusbangdesda Unesa berkomitmen untuk terus menghadirkan forum-forum ilmiah dan program strategis yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat desa dan wilayah. Melalui ICRRD 2026, Unesa menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir dan berdampak bagi pembangunan desa dan daerah, baik di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pusbangdesda Unesa di usia 3 tahun dalam memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan keilmuan dan praktik pembangunan desa berbasis riset. Forum ini juga menjadi bukti nyata kontribusi Unesa dalam menjawab tantangan pembangunan wilayah melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis penelitian.




