Gresik, jurnal9.tv -Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama terus dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Salah satunya melalui pelatihan transformasi pembelajaran matematika dengan metode Sansu, hasil kolaborasi bersama Sprix Inc, lembaga pendidikan ternama asal Tokyo, Jepang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelatihan yang diikuti 58 guru SMP dari berbagai sekolah di Kabupaten Gresik ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan rendahnya minat dan capaian belajar matematika siswa. Metode Sansu sendiri dikenal sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang menekankan pemahaman konsep secara logis, bertahap, dan menyenangkan, sebagaimana diterapkan di Jepang.

Kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Syifaul Qulub, menyampaikan bahwa selama ini matematika kerap dianggap momok oleh siswa. Melalui metode Sansu, paradigma tersebut diharapkan dapat berubah.

“Sansu mengajak siswa memahami konsep matematika dari hal paling dasar, tidak menghafal, tetapi berpikir. Pembelajaran dibuat lebih ramah dan masuk akal, sehingga siswa tidak lagi takut dengan matematika,” ujar Syifaul Qulub, Rabu (04/02/2026).

Ia menambahkan, kerja sama dengan Sprix Inc menjadi momentum penting menghadirkan inovasi pembelajaran yang telah terbukti sukses di negara dengan tingkat literasi numerasi tinggi seperti Jepang. Namun demikian, metode tersebut tetap akan diadaptasi dengan karakter dan kebutuhan siswa di Gresik.

Pelatihan ini juga disebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas guru matematika. Para peserta dibekali pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis agar mampu mengimplementasikan metode Sansu secara efektif di ruang kelas.

“Target kami jelas, guru siap, siswa paham, dan hasil belajar meningkat secara berkelanjutan,” tegas Syifaul.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetya, menilai pelatihan ini sangat relevan dengan kondisi capaian numerasi siswa saat ini. Ia mengungkapkan bahwa hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebelumnya menunjukkan kemampuan numerasi siswa masih berada di bawah rata-rata.

“Penguatan kompetensi guru adalah kunci. Jika gurunya kuat, metode tepat, maka kemampuan numerasi siswa akan ikut terangkat,” ujarnya.

PGRI Kabupaten Gresik pun menyatakan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang memperbaiki kualitas pendidikan matematika. Dengan penerapan metode Sansu, diharapkan pembelajaran matematika tak lagi menjadi beban, melainkan tantangan yang menyenangkan bagi siswa.