Jakarta, jurnal9.tv -Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memfasilitasi simulasi penanganan jemaah haji saat wukuf di Arafah menjelang pelaksanaan musim haji 1447 Hijriah, Rabu (28/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari
persiapan teknis dan peningkatan kapasitas petugas haji di fase puncak ibadah haji.

Simulasi tersebut melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Arafah yang terdiri dari petugas haji daerah kerja bandara dari berbagai tugas dan fungsi. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang menyerupai kondisi lapangan yang sesungguhnya saat pelaksanaan wukuf di Arafah.

Dalam simulasi, penanganan jemaah dimulai sejak kedatangan jemaah dari Mekkah menuju Arafah hingga proses penempatan di tenda sesuai dengan maktab masing-masing. Alur ini disusun untuk memastikan petugas memahami mekanisme layanan jemaah secara menyeluruh.

Selain skema utama, simulasi juga mencakup berbagai kemungkinan kejadian yang berpotensi terjadi di lapangan. Di antaranya penanganan jemaah disabilitas, jemaah yang salah maktab, jemaah yang terlewat layanan konsumsi, hingga simulasi penanganan jemaah wafat.

Berbagai skenario tersebut disiapkan sebagai gambaran awal agar petugas haji tahun 2026 mampu mengantisipasi persoalan dan mengambil langkah cepat serta tepat apabila menghadapi situasi serupa saat bertugas.

Kepala Satuan Operasional Armuzna, Letkol Inf. Sunardi, menegaskan bahwa petugas haji, khususnya yang tergabung dalam Satgas Arafah, dituntut untuk selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

“Petugas haji harus tanggap dan cepat dalam mencari solusi. Kesiapan dan respons cepat menjadi kunci kelancaran pelayanan jemaah, terutama pada fase krusial seperti wukuf di Arafah,” ujarnya.

Melalui simulasi ini, Kemenhaj RI berharap seluruh petugas haji memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi teknis, koordinasi, maupun mental, demi memastikan pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah berjalan aman, tertib, dan lancar.(M Hariri)