Jakarta, jurnal9.tv -Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) tengah menyiapkan konsep pasar makanan Nusantara di lobi hotel jamaah haji Indonesia di Mekkah dan Madinah. Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji sekaligus menghadirkan suasana kuliner khas Tanah Air bagi jamaah selama menjalankan ibadah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Jaenal Effendi, mengatakan lobi hotel akan dioptimalkan menjadi ruang aktivitas ekonomi yang ramah jamaah dan bernilai budaya.

“Banyak jamaah yang rindu makanan khas Indonesia yang tidak selalu tersedia dalam menu katering haji. Karena itu, lobi hotel akan kita manfaatkan sebagai pasar makanan Nusantara,” kata Jaenal kepada media.

Ia menjelaskan, pasar makanan tersebut akan diisi oleh tenan-tenan yang menyajikan aneka kuliner khas Indonesia, mulai dari bakso, rawon, hingga kopi Nusantara. Kehadiran tenan ini diharapkan memberi kenyamanan tambahan bagi jamaah, khususnya saat waktu senggang di hotel.

Tak hanya kuliner, Kemenhaj juga membuka peluang keterlibatan UMKM Indonesia yang berada di Arab Saudi, termasuk pelaku usaha diaspora dan perusahaan pendukung layanan haji.

“Pengelolanya adalah masyarakat kita yang ada di Saudi, termasuk pelaku UMKM dan perusahaan logistik nasional. Ini menjadi bagian dari penguatan peran ekonomi warga Indonesia di Tanah Suci,” ujarnya.

Rencana tersebut akan diterapkan secara bertahap di sekitar 280 hotel yang digunakan jamaah haji Indonesia di Mekkah dan Madinah. Lobi hotel nantinya berfungsi sebagai ruang temu jamaah sekaligus etalase budaya dan cita rasa Indonesia.

Kemenhaj berharap, pasar makanan Nusantara ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan jamaah, tetapi juga menjadi model pengembangan ekonomi haji yang berkelanjutan dan berorientasi pada pemberdayaan UMKM Indonesia.(M. Hariri)