Jakarta, jurnal9.tv -Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan pentingnya komitmen petugas haji untuk mendahulukan kepentingan jamaah di atas urusan pribadi. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gabungan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Apel gabungan ini diikuti ribuan petugas haji dari berbagai layanan, yang saat ini tengah menjalani pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah. Kegiatan apel juga menjadi sarana evaluasi langsung pelaksanaan diklat yang telah memasuki hari kelima.

Dalam arahannya, Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan menekankan bahwa PPIH merupakan garda terdepan dalam menentukan kualitas pelayanan haji Indonesia. Oleh karena itu, seluruh petugas diminta meluruskan niat dan memahami bahwa tugas utama mereka adalah melayani jamaah.

“Petugas haji harus menempatkan kepentingan jamaah di atas segalanya. Jangan sampai urusan pribadi, bahkan ibadah pribadi, justru mengganggu pelayanan kepada jamaah,” tegas Gus Irfan.

Gus Irfan juga menyampaikan bahwa PPIH 2026 merupakan angkatan pertama yang dikelola langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah. Hal ini, menurutnya, menjadi tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, disiplin, dan profesionalisme.

“Kalian adalah ujung tombak kami, kalau kalian gagal artinya kami gagal. Kalian sudah niat menjadi petugas. Jika ada kesempatan menjalankan ibadah haji, alhamdulillah. Tapi jika tidak bisa dan harus milih antara ibadah dan melayani jamaah, tuntu layani jamaah haji” ujarnya.

Selain memberikan arahan, Menhaj turut meninjau langsung kondisi peserta diklat, termasuk pelaksanaan latihan semi militer yang diterapkan untuk membentuk mental, kedisiplinan, serta kekompakan petugas. Ia memastikan seluruh rangkaian pelatihan berjalan sesuai rencana dan target yang telah ditetapkan.

Dalam kunjungannya, Gus Irfan juga memantau pelayanan konsumsi bagi peserta diklat PPIH. Ia memastikan ketersediaan makanan dan kualitas gizi para petugas terpenuhi dengan baik agar kondisi fisik mereka tetap prima selama menjalani pelatihan intensif.

Apel gabungan ini diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen PPIH 2026 untuk memberikan pelayanan terbaik, sekaligus menjaga nama baik Indonesia dalam penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci. (M. Hariri)