Probolinggo, jurnal9.tv -Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengapresiasi PCNU Kabupaten Probolinggo yang terpilih dalam Konferensi Cabang pada 28 September 2025, namun mengutamakan khidmat/pengabdian melalui berbagai kegiatan meski SK PBNU masih belum didapat atau masih diupayakan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“PCNU Kabupaten Probolinggo yang baru memang belum diberi SK dari PBNU, namun kehadiran beberapa jajaran PWNU merupakan dukungan, karena khidmat ke NU itu yang lebih penting,” kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz (Kiai Kikin) dalam sambutanya di Probolinggo, Sabtu.

Dalam sambutan pada peringatan Hari Lahir (Harlah) “Satu Abad NU”
(1926-2026) yang dilaksanakan PCNU Kabupaten Probolinggo itu, Kiai Kikin menilai Harlah Satu Abad NU yang dihadiri jajaran Syuriah-Tanfidziyah PWNU dan PCNU itu merupakan bentuk dari silaturahmi.

“Itu meneladani Rasulullah pada 15 abad lalu yang menunjukkan silaturrahim itu merupakan media yang tepat dan bernilai tinggi, karena silaturahmi itu membuat rasa dan hati antar-sesama menjadi tersambung. Soal SK dari PBNU akan kita upayakan bersama-sama,” katanya.

Acara itu dihadiri Wakil Rais Syuriyah PWNU KHA Khoir Zad Maddah, Katib Syuriyah PWNU DR KH Ahsanul Haq, Sekretaris PWNU DR HM Faqih, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hamid, Ketua PCNU KH Teguh Mahameru Zainul Hasan, dan jajaran PWNU, PCNU, MWC se-Kabupaten Probolinggo.

“Berkhidmat ke NU itu hal yang terpenting dan Hadratussyeikh KHM Hasyim Asy’ari dalam Qonun Asasi menyampaikan masuklah ke NU dengan penuh cinta, kasih sayang, guyub, kompak, bukan hanya raga atau jasad yang hadir, namun ruh juga, jadi hadir total, hati dan ruh, mengharap ridlo Allah,” katanya.

Dalam sejarahnya, NU hadir tahun 1926 saat banyak aliran baru masuk ke Indonesia sejak tahun 1912, kemudian terjadi perpecahan, lalu KHM Hasyim Asy’ari berusaha menyatukan semua paham dengan Qonun Asasi yang menjadikan arah yang lebih jelas tentang pentingnya persatuan dalam perbedaan di Indonesia yang sangat majemuk.

“Untuk itu, PWNU Jatim juga memperingati Satu Abad NU dengan Mujahadah Kubro di stadion Gajayana Malang pada 8 Februari 2026 yang didahului dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan badan otonom dan lembaga untuk mementingkan persatuan dan kebersamaan khidmat,” katanya.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Teguh Mahameru Zainul Hasan menyatakan syukur, karena Konfercab ke-10 PCNU Kabupaten Probolinggo berlangsung tanpa konflik dan berjalan lancar dalam persatuan untuk melanjutkan program lama.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan Muskercab dengan kolaborasi dan sinergi program dari seluruh komponen, dari berbagai tingkat level di PCNU Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Dalam “taujihad” dari Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim KHA Khoir Zad Maddah pun mengapresiasi PCNU Kabupaten Probolinggo yang menangkap harapan yang sepuh untuk tetap menjalankan khidmat tanpa terkendala dengan SK.

“Tanpa SK, PCNU Probolinggo tetap menjalankan program seperti kegiatan hari ini. Yang penting memang menata niat dalam berkhidmat ke NU untuk mencari keberkahan yang saat ini banyak disanksikan oleh pihak lain,” katanya sambil mengisahkan perilaku Sahabat dalam mencari ‘berkah’ Nabi. (*/pwnujatim)