Gresik, jurnal9.tv -Kinerja layanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025 dibandingkan 2024. Berdasarkan data infografis kinerja, jumlah pengunjung, anggota baru, serta buku yang dipinjam mengalami peningkatan signifikan, meski jumlah peminjam aktif tercatat menurun.
Pada 2024, jumlah pengunjung perpustakaan tercatat sebanyak 33.224 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 51.036 pengunjung pada 2025 atau naik sebesar 53,6 persen. Peningkatan juga terjadi pada jumlah anggota baru, dari 3.026 orang pada 2024 menjadi 4.818 orang pada 2025, atau naik 59,2 persen.
Sementara itu, jumlah peminjam aktif justru mengalami penurunan. Dari 7.567 peminjam aktif pada 2024, turun menjadi 5.188 peminjam aktif pada 2025 atau berkurang 31,4 persen. Meski demikian, total buku yang dipinjam justru meningkat dari 11.463 eksemplar pada 2024 menjadi 15.292 eksemplar pada 2025, atau naik 33,4 persen.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik, Budi Raharjo, menjelaskan bahwa penurunan jumlah peminjam aktif tidak serta-merta menurunkan tingkat pemanfaatan koleksi buku.
“Bisa saja terjadi, karena pengunjung yang datang sekarang lebih berkualitas dalam kapasitas membaca. Kalau sebelumnya satu pengunjung dalam setahun hanya meminjam satu buku, sekarang setiap pengunjung meminjam lebih banyak buku dari biasanya,” ujar Budi Raharjo, Senin (05/01/2026).
Terkait turunnya jumlah peminjam aktif, Budi menyebut ada beberapa faktor yang memengaruhi. “Banyak faktor, di antaranya perilaku masyarakat, buku yang dicari tidak tersedia, serta keterbatasan fasilitas dan sarana,” katanya.
Sementara untuk meningkatkan jumlah pengunjung dan anggota baru, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik telah melakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menumbuhkan budaya gemar membaca sejak dini.
“Kami datang ke sekolah-sekolah melalui perpustakaan keliling untuk mengenalkan perpustakaan dan manfaat literasi, mengajak siswa giat membaca, mengadakan festival literasi melalui lomba, serta kelas literasi dengan tema sesuai kebutuhan dan tren,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik juga berupaya menambah koleksi buku melalui program CSR dan pembelian yang bersumber dari APBD. Upaya lain juga dilakukan antara lain peningkatan sarana dan kenyamanan ruang baca dengan penambahan pendingin ruangan.
“Melakukan survei kepuasan masyarakat terhadap layanan perpustakaan, membentuk tim customer care untuk membantu pemustaka, serta mempublikasikan kondisi layanan dan koleksi perpustakaan kepada masyarakat,” bebernya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gresik optimistis minat baca masyarakat serta kualitas layanan perpustakaan akan terus meningkat ke depan.




