Lamongan, jurnal9.tv -Memasuki musim penghujan, permintaan akan sarana transportasi air di sejumlah wilayah rawan banjir di Jawa Timur meningkat drastis. Fenomena menarik terjadi di Kabupaten Lamongan, di mana warga kini mulai beralih dari perahu kayu konvensional ke perahu berbahan pipa PVC (paralon).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Meningkatnya minat warga ini membawa berkah tersendiri bagi para pengrajin perahu kreatif di Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Lamongan. Di bengkel sederhana milik Suratno, deretan pipa PVC berukuran besar tidak lagi hanya digunakan untuk saluran air, melainkan dirakit menjadi lambung perahu yang kokoh.

Suratno mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan beberapa titik di Lamongan dan sekitarnya mulai tergenang banjir. Hal ini memicu lonjakan pesanan perahu PVC hingga 50 persen dibandingkan hari biasanya.

“Saat musim hujan seperti sekarang ini, pesanan yang datang sampai antre-antre. Tidak hanya dari Lamongan sendiri, namun juga dari luar kota seperti Tuban, Gresik, Jombang, hingga Jawa Tengah seperti Demak dan Pati,” ujar Suratno.

Bahkan, popularitas perahu PVC rakitan warga Lamongan ini telah mencapai luar pulau. Suratno mengaku pernah mengirimkan unit perahu hingga ke Batam. Selain warga sipil dan petani, pesanan juga datang dari instansi pemerintah serta relawan kemanusiaan sebagai armada evakuasi.

Beralihnya minat konsumen dari kayu ke PVC bukan tanpa alasan. Faktor utama adalah kelangkaan bahan baku kayu berkualitas yang membuat harganya meroket tajam. Sebaliknya, pipa PVC dinilai lebih ekonomis dan memiliki daya tahan yang lebih baik di air.

“Saat ini masyarakat atau petani lebih memilih perahu PVC karena bahan kayu rawan keropos dan lapuk. Kalau PVC ini tahan benturan dan tidak akan mengalami pelapukan meski terendam air dalam waktu yang sangat lama,” tambahnya.

Proses Produksi dan Harga
Dengan dibantu oleh tiga orang karyawan, satu unit perahu PVC biasanya dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga tiga hari, tergantung pada tingkat kerumitan dan ukurannya.

Soal harga, perahu inovatif ini dibanderol dengan harga yang cukup kompetitif, yakni mulai dari Rp5,7 juta hingga puluhan juta rupiah. Variasi harga tersebut ditentukan oleh ukuran perahu serta jenis spesifikasi pipa PVC yang digunakan.

Melihat ketahanannya yang diklaim mampu bertahan hingga puluhan tahun, perahu PVC kini menjadi solusi transportasi air yang paling diminati, baik untuk kebutuhan pertanian di lahan tambak maupun untuk mobilitas warga saat bencana banjir melanda.