Surabaya, jurnal9.tv -Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengimbau pemerintah, DPR, dan aparat untuk terbuka dalam menerima masukan dari masyarakat, namun masyarakat juga diimbau untuk menjaga persatuan dalam menyalurkan aspirasi.
“Leluhur kita itu dapat mencapai kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 dengan mengepankan persamaan dan persatuan yang dilandasi rasa persaudaraan,” kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz dalam keterangannya di Surabaya, Sabtu.
Ketua PWNU Jatim yang akrab disapa Kiai Kikin itu mengemukakan hal itu menyikapi aksi solidaritas untuk almarhum driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan yang meninggal dunia akibat ditabrak rantis Brimob dalam aksi unjukrasa di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.
Saat ini, Polri melalui Divisi Propam Mabes Polri juga telah melakukan pengusutan dan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang diduga bertanggungjawab atas insiden rantis menabrak pengemudi ojol itu.
Kiai Kikin menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. “Situasi yang terjadi saat ini merupakan bentuk dari kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat yang sudah terjadi cukup lama,” katanya.
Oleh karena itu, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu mengajak semua pihak untuk menghadapi situasi kesenjangan itu dengan kesabaran, menahan diri, mengutamakan keselamatan dan keutuhan, serta menghindari kerusakan yang lebih besar untuk kemajuan bersama.
“Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, mengedepankan rasa persaudaran dan tidak menimbulkan perselisihan yang menyebabkan adanya permusuhan sehingga kita kehilangan kekuatan untuk maju,” kata cucu pendiri NU Hadratusyyeikh KH Hasyim Asy’ari itu.
Terkait aspirasi dalam aksi demonstrasi (demo) itu, Kiai Kikin mengimbau agar diniatkan semata-mata untuk penyampaian aspirasi dan rekomendasi untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.
“Pemerintah, DPR, dan aparat juga terbuka menerima masukan dengan kepala dingin, profesional, lapang diri, dan muhasabah untuk mewujudkan kepemimpinan bersama, sehingga dengan persatuan akan tercapai kemajuan bangsa dan negara,” katanya. (*/pwnu).