kolom

Dibalik Indahnya Bendungan Sengguruh Malang

IMG_20170721_151100

Bendungan sengguruh, merupakan terminal terakhir aliran sungai kali brantas di Kabupaten Malang. Bendungan ini terletak di desa Sengguruh, kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Bendungan ini tidak hanya berfungsi mengatur aliran debit air sungai saja, melainkan juga dipergunakan sebagai pembangkit listrik jawa bali.

” Ada dua pembangkit yang masing-masing terpasang 14,5 megawat. Namun untuk pengelola aliran listrik ini semua dilakukan oleh petugas PLN.” jelasnya Muhammad Wijayanto Hasan,  sebagai tenaga ahli di Perum Jasa Tirta 1 saat bertemu di bendungan Sengguruh.

Dibalik keindahan dan manfaat bendungan Sengguruh ini, ternyata menyimpan banyak pekerjaan serius yang harus dipikirkan bersama, baik dari Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta 1 sebagai pengelola, maupun masyarakat yang memanfaatkan aliran sungai.

Pasalnya, fakta mencengangkan jika kita berkunjung di bendungan Sengguruh. Dibendungan ini kita akan menjumpai tumpukan sampah yang menggunung dari hasil penyaringan sampah yang dilakukan oleh Perum Jasa Tirta.

IMG_20170721_142909

Setiap harinya, bendungan Sengguruh ini menerima kiriman sampah sekitar 30 kubik perhari, pada saat musim kemarau.  Namun pada saat musim penghujan tiba, sampah – sampah kiriman tersebut mencapai kisaran 200 kubik perhari.  Sampah- sampah tersebut mayoritas kiriman dari daerah perkotaan yang ada di Kabupaten Malang.

“Setiap tahun bendungan sengguruh ini menangkap sekitar 4000 sampai dengan 5000 meter kubik sampah pertahun.” imbuh Hasan.

Dari hal tersebut, sangat dimanfaatkan oleh para pemulung yang berada di sekitar bendungan Sengguruh untuk mengais rezeki dengan mengumpulkan sampah-sampah kiriman. Mereka memanfaatkannya dengan memunguti sampah yang dapat ditukarkan dengan rupiah.

Melihat keadaan seperti ini, Perum Jasa Tirta 1 melalui program konservasi dan pemberdayaan. Merangkul para pemulung dan warga di sekitar bendungan ini untuk di karyakan sebagai pengolahan sampah.

IMG_20170721_142959

Menurut Gunawi salah satu petugas Pengatur bendungan Sengguruh ini mengatakan.

“Sebanyak 15 pemulung telah kita karyakan untuk mengelola sampah-sampah yang di hasilkan dari waduk Sengguruh ini, mereka semua kita berikan fasilitas, seperti baju katelpak dan peralatan yang lain untuk melakukan aktivitas kerja ditempat pengolahan sampah yang terletak di sebelah waduk Sengguruh.” Jelasnya Gunawi selaku Pengatur Waduk Sengguruh, Perum Jasa Tirta 1.

Bendungan sengguruh ini sendiri dibangun dan diresmikan mantan presiden Suharto pada tahun 1989, untuk dapat dimanfaatkan penduduk sekitar sebagai pengatur debit air dan penampungan aliran sungai terakhir dari hulu sungai brantas. (jab)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top