HUBBUL WETON

Mengintip Weton Paslon Pilkada Kabupaten Gresik 2020

gresik

Kabupaten Gresik adalah salah satu daerah yang ikut menyelenggarakan pemilihan kepala daerah serentak pada tanggal 9 Desember 2020. Di Jawa Timur ada 19 daerah yang menyelenggarakan. Untuk pemilihan kali ini, ada dua pasangan calon bupati-wakil bupati Gresik yang maju, yaitu pasangan Mohammad Qosim-Asluchul Alif dan Fandi Ahmad Yani-Aminatun Habibah.

Soal kapasitas dan kapabilitias, bagi saya sudah cukup. Buktinya mereka lolos seleksi mengikuti pilkada. Artinya secara kemampuan mereka sudah layak dan mumpuni untuk menjabat bupati Gresik mendatang. Persoalannya adalah, bagaimana peluang paslon tersebut sehingga bisa menang dalam persaingan di pilkada. Weton, sebagai ilmu warisan para leluhur bukanlah satu-satunya alat untuk melihat potensi tersebut. Banyak alat dan cara untuk mengukurnya. Apalagi soal strategi dan taktik pemenangan. Tentu setiap paslon sudah memilikinya.

Tulisan ini berusaha mengungkap sisi wetonnya, sekali lagi ini hanya sebagian potensinya saja. Dilihat dari weton paslon, diketahui bahwa Ahmad Yani memiliki weton Jum’ah Legi dengan neptu 11. Hari Jum’ah bagi kalangan santri adalah hari baik, apalagi di Jawa Timur hari Jum’ah Legi adalah hari istimewa. Pasangan Ahmad Yani atau Gus Yani adalah Aminatun Habibah dengan weton Selasa Legi dengan neptu 8. Angka 8 memiliki arti tersendiri. Jumlah 8 adalah jumlah bulat, sempurna dari berbagai aspek. Angka 8 dibalik tetap 8. Paslon ini sama-sama Legi.

Sementara paslon lainnya adalah Mohammad Qosim dengan weton Jum’ah Kliwon dengan neptu 14. Sepeti Gus Yani, hari Jum’ah adalah hari baik. Kliwon bagi sebagian masyarakat juga istimewa. Kedua calon bupati ini terlahir di hari yang istimewa. Pasangan Qosim yakni Asluchul Alif memiliki weton Minggu Legi dengan neptu 10. Minggu Legi bisa dikatakan hari awal perhitungan, karena awal hari dalam siklus 7 harian adalah minggu, dalam siklu 5 harian pasaran adalah Legi. Paslon ini memiliki weton yang istimewa.

Jika kedua paslon ini neptu wetonnya dijumlah, maka paslon Gus Yani-Habibab berjumlah 30 dan paslon Qosim-Alif berjumlah 40. Kata orang-oran dulu, pernikahan dengan weton berjumlah puluhan ini tidak bagus, jika dibagi 5 hasilnya 0. Tapi ini pilkada, bukan penganten. Apapun jumlahnya bisa saja tetap bagus. Jika ditambah hari pencoblosan 9 Desember 2020, weton Rabu Wage dengan neptu 11, maka sama-sama sisanya 1. Artinya kedua paslon ini punya peluang yang sama besar untuk menang. Apalagi semua paslon ini tidak ada yang wetonnya nyantol pada Rabu Wage sebagai hari pencoblosan.

Nah, oleh karena itu saya mencoba melihat Sadwaranya, siklus 6 harian yang merupakan watak sisi tidak baik dari pengaruh dominan di hari lahir. Gus Yani harus tetap menjaga kepercayaan publik, karena Sadwaranya adalah Ariang, artinya faktor lupa menjadi dominan yang bisa mempengaruhi watak. Gus Yani harus benar-benar memperhatikan detail setiap aspirasi yang diterimanya. Dengan ini bisa menambah kapasitas diri menjadi lebih baik. Sementara Qosim memiliki Sadwara Tungle, pengaruh watak suka bertanggung jawab, namun suka membantah. Oleh karena itu diperlukan sikap untuk tetap mampu menjadi pendengar yang baik bagi masyarakat. Kemampuan menyerap aspirasi masyarakat buat Qosim menjadi kunci pengembangan dirinya naik ke level yang lebih tinggi.

Lalu siapa pemenangany? Tergantung masyarakat Gresik yang memilihnya.

 

Penulis: Sururi Arumbani

loading...
Comments

BERITA POPULER

To Top